Kompas.com - 23/06/2020, 11:21 WIB
Laksa betawi di  Soto Betawi Haji Maruf dok. Soto Betawi Haji MarufLaksa betawi di Soto Betawi Haji Maruf


JAKARTA, KOMPAS.com – Laksa merupakan salah satu jenis hidangan ala Asia yang punya pengaruh dari kebudayaan peranakan.

Laksa bisa ditemukan di banyak daerah di Asia Tenggara khususnya, seperti di Malaysia. Kemudian Singapura dan Thailand.

Ada juga di beberapa daerah di Indonesia seperti di Bogor, Cibinong, Tangerang, Palembang, Banjar, dan juga Betawi.

Baca juga: Kenapa Roti Buaya Identik dengan Pernikahan Adat Betawi?

Laksa dari setiap daerah walaupun memiliki nama yang sama pasti memiliki perbedaan satu sama lain. Baik dalam segi bumbu yang digunakan sampai topping pelengkapnya.

Misalnya, antara laksa Betawi dan laksa dari daerah Sumatera, laksa Sumatera cenderung punya bumbu yang lebih medok daripada Betawi menurut Executive Sous Chef JW Marriott Jakarta, Heri Purnama.

“Contohnya Palembang, laksanya lebih kental bumbu dan gurih dari ikannya,” kata Heri ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/6/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam buku “Kuliner Betawi: Selaksa Rasa & Cerita” karya Akademi Kuliner Indonesia yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, laksa Betawi memiliki warna kuah santan yang kekuningan.

Laksa Betawi.KOMPAS.COM/gaby bunga saputra Laksa Betawi.

Salah satu ciri khasnya adalah punya rasa dan aroma ebi yang cukup pekat. Selain ebi, ada juga versi laksa Betawi yang berbeda yang menggunakan rebon.

Isi dari racikan laksa biasanya terdiri dari ketupat, taoge (biasanya taoge pendek), telur rebus, daun kemangi, dan kucai.

Untuk membuat isiannya semakin kaya, biasanya juga ditambahkan bihun, suwiran daging ayam, udang, atau tahu.

Perbedaan topping yang digunakan menurut Heri, laksa Betawi biasanya disajikan dengan lauk pelengkap selain laksa seperti daging semur, udang, atau opor ayam dan perkedel. TAda pula sambal dan kerupuk.

“Kalau laksa Sumatera ada beberapa macam juga, ada yang biasanya pakai daun kesum atau laksa kalau di bagian utara,” ujar Heri.

“Kalau laksa Palembang agak mirip dengan pempek lenjer, bedanya pakai kuah santan dan mi-nya agak tebal. Biasanya disajikan dengan bawang goreng dan sambal,” sambung dia.

Buku "Kuliner Betawi: Selaksa Rasa & Cerita" karya Akademi Kuliner Indonesia yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, bisa dibeli di Gramedia.com.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X