Apa Bedanya Rasa Kopi Espresso Pakai Biji Arabika dengan Robusta?

Kompas.com - 07/06/2020, 11:55 WIB
Ilustrasi proses pembautan espresso PexelsIlustrasi proses pembautan espresso


JAKARTA, KOMPAS.com – Espresso adalah metode pembuatan kopi ala Italia yang melibatkan air panas yang ditekan dengan mesin untuk melalui biji kopi yang sudah digiling halus dan dipadatkan.

Baca juga: Apa Bedanya Latte dan Cappuccino? Kopi Espresso Based Populer

Metode ekstraksi sangat singkat itu menyebabkan rasa yang dihasilkan pada kopi espresso cenderung lebih pekat dan kuat di satu sisi dari pada jenis kopi yang diproses dengan metode lainnya.

“Karena namanya juga concentrate ya, pasti ada satu rasa yang lebih mendominasi. Misalnya di manual brew kita gunakan satu biji arabika yang sama dengan espresso.

(Di manual brew) ada wangi citrus, floral, segala macam. Begitu di espresso enggak semuanya akan menonjol,” jelas William Heuw, owner Kopi Kangen pada Kompas.com, Sabtu (6/6/2020).

Ilustrasi proses pembuatan kopi espresso pakai mesin. PIXABAY/STOCKSNAP Ilustrasi proses pembuatan kopi espresso pakai mesin.

Hal itu dipengaruhi akibat metode pembuatan espresso yang melibatkan air panas dengan suhu yang stabil dan tekanan mesin.

Suhu yang konsisten, proses tekanan air, dan waktu ekstraksi yang sebentar akan membuat rasa paling kuat dari biji kopi tersebut terekstrak dengan baik dalam waktu yang singkat.

Sementara manual brew yang membutuhkan waktu pembuatan rata-rata lebih dari dua menit, akan menghasilkan lapisan rasa yang berbeda-beda di setiap tuangan airnya dari awal sampai akhir.

“Di menit pertama mungkin body lebih keluar. Menit akhir mungkin fruity atau racikan rasa lain keluar. Jadi begitu selesai manual brew itu saling komplimen (rasanya),” papar William.

“Kalau espresso kan cuman 30-40 detik jadi kemungkinan besar satu rasa saja yang lebih mendominasi,” lanjutnya.

Baik biji kopi robusta maupun arabika punya karakteristik rasa yang akan dominan, apa pun metode penyeduhannya.

ILUSTRASI - Kopi di kafePixabay/eliasfalla ILUSTRASI - Kopi di kafe

Jika dibuat menjadi espresso, karena biji robusta punya karakteristik rasa pahit yang kuat maka biasanya rasa pahit itulah yang menjadi lebih pekat.

Sementara biji kopi arabika yang memiliki karakteristik rasa cenderung lebih asam dengan cita rasa yang kuat dan beragam, baik sisi fruity dan floral, kemungkinan salah satu karakteristik tersebut yang akan mendominasi rasa espresso.

Kamu mungkin akan sulit menebak rasa seperti apa yang akan dominan muncul dalam produk espresso nantinya. Salah satu cara mengetahuinya, kata William, adalah dengan sering mengulik rasa biji kopi tersebut.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X