Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RILIS BIZ

Gelar Dialog di Universiti Sains Malaysia, JIC Ajak Mahasiswa Terlibat Misi Perdamaian Global

Kompas.com - 29/05/2024, 19:13 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau yang dikenal sebagai Jakarta Islamic Centre (JIC) mengunjungi Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang-Malaysia, Senin, 27 Mei 2024.

Kunjungan tersebut dilakukan JIC dalam rangka melaksanakan program Dialog Pemuda ASEAN. Acara tahunan ini mengambil tema "The Role of Gen Z and Millenials in Peace Building Activities".

Adapun rombongan dipimpin oleh Kepala JIC KH DR Didi Supandi, Lc, MA. Lewat dialog tersebut, JIC berupaya mengajak para mahasiswa terlibat dalam misi perdamaian global.

"Pemuda hari ini energinya sangat sayang kalau tidak digunakan untuk memikirkan hal yang lebih substansial, contohnya bagaimana mereka bisa peduli akan nasib dunia di masa depan jika hari ini banyak konflik terjadi,” jelas Didi Supandi dalam sambutan pembukaan di depan mahasiswa USM seperti dilansir dari rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (29/5/2024).

Menurutnya, para pemuda bisa terlibat dalam misi perdamaian global tanpa perlu repot ke mana pun. Cukup gerakkan jari jemari dan pikiran agar menciptakan narasi-narasi perdamaian yang sejuk di media sosial sebagai kontradiksi dari pihak lain yang selalu mengambil jalan kekerasan dalam solusi konflik.

"Dialog ini merupakan kepedulian JIC untuk melibatkan seluruh stakeholder global agar mau terlibat. Kami sudah mulai tiga tahun ini dengan wilayah ASEAN. Tahun depan, mungkin kami akan meluaskan dialog ini ke wilayah Asia," imbuhnya.

JIC, katanya, sengaja mengambil isu-isu di luar dari isu yang sudah banyak digarap lembaga Islam lainnya, seperti isu perdamaian di kalangan pemuda, terutama gen Z dan milenial.

Hal itu lantaran isu perdamaian dinilai penting disuarakan agar ada penyeimbang narasi dari kelompok-kelompok yang mendukung cara-cara konflik dalam menyelesaikan masalah.

Perlu diketahui, tuan rumah acara dialog, yakni Yayasan Dakwah Islam Malaysia (YADIM) yang menjadi salah satu sponsor, menyampaikan sambutannya melalui ketua YADIM Pulau Pinang Mohammad Fadzil bin Alias.

"Kami sangat berbahagia JIC mau datang untuk membicarakan isu perdamaian ini, apalagi tahun depan, Malaysia akan menjadi ketua ASEAN di bawah kepemimpinan Dato Anwar Ibrahim yang juga sangat concern isu semacam ini. Kalau diperkenankan, kami ingin mengundang (JIC) kembali agar bisa membuat dialog ini kembali di Malaysia," kata Mohammad Fadzil.

Dalam dialog tersebut, beberapa narasumber yang hadir meliputi Mohammad Fazril Saleh yang merupakan Setiausaha Akhbar Menteri Pendidikan Malaysia, Dosen Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) Dr Wahid Ridwan, dan pakar kepemudaan dari Universitas Putra Malaysia Dr Jufitri Joha.

Jufitri Joha membawakan tema dialog dengan judul Understanding Global Conflict for the Young Generation dan menekankan pentingnya memahami akar masalah dalam konflik global, yaitu The Economic Hit Man.

Sedangkan Mohd Fazril Saleh yang juga merupakan sekjen Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) membawa tema "Promoting the Peacebuilding Activities among Young Generations".

Dalam paparannya, Fazril Saleh melihat ASEAN way dapat menjadi resolusi konflik global.

“Karakter masyarakat atau pemuda di ASEAN yang cinta damai bisa menjadi contoh bagi dunia global,” ujarnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com