Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ITS: Biaya Kuliah 2024 Tidak Naik, Cuma Kelompok UKT yang Ditambah

Kompas.com - 29/05/2024, 15:42 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga ikut tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 2024.

Walaupun saat ini kelompok UKT di ITS bertambah, Rektor ITS Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menjamin tak ada nominal atau besaran UKT berubah.

"UKT ITS tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan," tegasnya memastikan, dilansir dari laman ITS, Rabu (29/5/2024).

Sejak tahun ajaran 2013/2014, ITS telah menerapkan pembagian UKT ke dalam tujuh kelompok untuk jalur prestasi maupun tes tulis.

Pembagian tersebut yakni dari kelompok 1 hingga 7 dengan kisaran biaya mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 7,5 juta.

Baca juga: Universitas Brawijaya Batalkan Kenaikan UKT 2024, Gunakan UKT 2023

Sementara, untuk jalur Mandiri dan Kemitraan saat itu dikenai UKT dari kelompok 7 hingga 9 dengan kisaran biaya mulai Rp 7,5 juta hingga Rp 12,5 juta per semester.

Kemudian ITS memilih untuk mengkaji kembali kesesuaian antara kategori UKT dengan keadaan finansial para mahasiswa dibandingkan menaikkan biaya UKT.

Demi mewujudkan gagasan tersebut, ITS menetapkan penambahan kelompok UKT menjadi 9 kelompok untuk jalur reguler atau di luar jalur Mandiri.

Penambahan kelompok dari awalnya tujuh menjadi sembilan, bukan berarti nominal atau besaran biaya ikut bertambah. 

"Ini merupakan upaya pemekaran (kelompok UKT) pertama ITS dalam menyetarakan kebutuhan akademik dan kondisi finansial mahasiswa," jelasnya.

Baca juga: Kemendikbud Bagikan 6 Skema PTN Jika UKT dan IPI Batal Naik

Untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes Tulis (SNBT), dan jalur Seleksi Mandiri Beasiswa akan dikenakan UKT dari kelompok 1 hingga 9 dengan kisaran biaya mulai Rp 500.000 hingga Rp 12,5 juta per semester.

Sedangkan, jalur Mandiri Umum dan Kemitraan tetap dikenai UKT dari kelompok 7 hingga 9 dengan biaya mulai Rp 7,5 juta hingga Rp 12,5 juta per semester.

"Perubahan kelompok UKT ini mulai berlaku untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2024/2025 ini," ungkap Bambang.

Harapannya, dengan adanya penyesuaian ini, proses perkuliahan yang dilakukan di ITS dapat lebih tepat guna dan tidak membatasi ruang mahasiswa untuk terus meraih ilmu dan berkontribusi bagi negeri.

"ITS akan selalu fokus memberikan kesempatan bagi semua mahasiswa agar bisa tetap berkuliah," tandasnya optimistis. 

Sebelumnya, sempat ramai bahwa banyak PTN menaikkan UKT karena ditetapkannya Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi (SSBPOT) pada 19 Januari 2024 lalu.

Penyesuaian UKT ini, dikarenakan kemajuan teknologi yang dibutuhkan banyak kampus. Tetapi hal ini mendapat reaksi keras dari masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa.

Lalu pada 27 Mei, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim membatalkan kenaikan UKT di 75 PTN (perguruan tinggi negeri) dan PTN BH (perguruan tinggi negeri badan hukum).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com