Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Prof. Al Makin
Rektor UIN Sunan Kalijaga

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Prof. Dr. phil. Al Makin, S.Ag. MA, kelahiran Bojonegoro Jawa Timur 1972 adalah Profesor UIN Sunan Kalijaga. Penulis dikenal sebagai ilmuwan serta pakar di bidang filsafat, sejarah Islam awal, sosiologi masyarakat Muslim, keragaman, multikulturalisme, studi minoritas, agama-agama asli Indonesia, dialog antar iman, dan studi Gerakan Keagamaan Baru. Saat ini tercatat sebagai Ketua Editor Jurnal Internasional Al-Jami’ah, salah satu pendiri portal jurnal Kementrian Agama Moraref, dan ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UIN Sunan Kalijaga periode 2016-2020. Makin juga tercatat sebagai anggota ALMI (Asosiasi Ilmuwan Muda Indonesia) sejak 2017. Selengkapnya di https://id.m.wikipedia.org/wiki/Al_Makin.

Pendidikan Tinggi Tanggung Jawab Siapa?

Kompas.com - 29/05/2024, 09:45 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SIAPAKAH yang harus memikul beban pendidikan tinggi? Siapa yang bertanggungjawab atas terselenggaranya kuliah di universitas? Siapa yang harus membiayai semua ongkos dan menajemennya?

Seperti biasa, lontaran-lontaran itu sering kita dengar. Pendidikan tinggi adalah tanggungjawab bersama. Karena nasib bangsa ini, sebagaimana nasib bangsa-bangsa lain di dunia tergantung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Ilmu pengetahuan adalah milik dan tanggungjawab manusia semua. Bertahannya manusia hingga kini, karena unsur utamanya adalah pengetahuan dan teknologi.

Manusia sederhana dahulu kala, kira-kira sejuta tahun lalu, hidup tak ubahnya makhluk lain. Semua makhluk tergantung kebaikan alam. Seperti hewan-hewan di hutan lainnya, manusia berburu untuk memenuhi hidup tanpa rekayasa.

Kemudian ilmu dan teknologi pelan-pelan dikembangkan dari generasi ke generasi. Manusia berubah dari berburu di alam liar, menuju manusia mukim dengan pengembangan teknologi cocok tanam dengan domestikasi tanaman dan hewan.

Ribuan tahun selanjutnya, manusia pelan-pelan mengembangkan budaya sosial dan politik, dengan bantuan ilmu dan teknologi.

Ilmu pengetahuan adalah wajib hukumnya bagi manusia untuk bertahan hidup. Ilmu pengetahuan menopang masyarakat, negara, dan peradaban. Rumus ini berlaku bagi semua manusia di semua negara di bumi ini.

Perguruan tinggi saat ini adalah tempat ilmu dikembangkan dan diajarkan pada tingkatan tinggi secara sistematis dan terukur.

Ilmu-ilmu dasar, seperti keterampilan membaca dan menghitung dibentuk pada sekolah dasar dan menengah. Jelas sekolah dasar dan menengah sudah diatasi oleh pemerintah saat ini, sesuai aturan dan undang-undang negara Indonesia. Orangtua tidak lagi khawatir pendidikan anak-anak SD, SMP, dan SMA.

Namun, tingkatan universitas? Terutama biaya mahal, bagaimana?

Idealnya, pendidikan tinggi adalah tanggungjawab negara dan masyarakat. Universitas adalah tanggungjawab pemerintah dan swasta. Kuliah adalah tanggungjawab mahasiswa, dosen, orangtua, perusahaan-perusahaan dan kementrian terkait.

Semua bertanggung atas terselenggaranya pendidikan tinggi. Semua, idealnya, berkontribusi dalam mensukseskan universitas dan ilmu di dalamnya.

Jelas, pada perguruan tinggi model Satker (Satuan Kerja) pemerintah menanggung banyak ongkos. Orangtua tentu juga membayar UKT (Uang Kuliah Terpadu).

Sebagian mahasiswa juga berusaha mencari dana tambahan. Namun lapangan pekerjaan paruh waktu bagi mahasiswa belum umum di negara kita.

Di negara-negara maju seperti di Eropa, Amerika, Australia, Jepang, Korea dan China, banyak mahasiwa yang berkerja untuk menopang kuliah dan hidup.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com