Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Jotti, Lulus S3 ITB IPK 3,98 dan Raih Publikasi Internasional Terbaik

Kompas.com - 29/05/2024, 07:32 WIB
Mahar Prastiwi

Penulis

KOMPAS.com - Bisa menyelesaikan studi jenjang doktoral di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) memuaskan menjadi kebanggaan tersendiri.

Seperti yang dirasakan Jotti Karunawan saat berhasil menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jotti berhasil lulus dari Program Studi Sains dan Teknologi Nano Sekolah Pascasarjana ITB dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.

Bahkan namanya disebut sebagai penerima penghargaan wisudawan berprestasi dengan publikasi terbaik dari program doktor.

Baca juga: Cerita Natalia, Lulus S2 dari ITB pada Usia 22 Tahun 3 Bulan

Dibimbing dua peneliti terbaik

Selain itu, sepanjang perjalanannya menempuh pendidikan doktor, Jotti mempublikasikan 10 artikel dan 3 prosiding.

Artikelnya dimuat dalam jurnal internasional bereputasi dengan 8 artikel terindeks Q1 dan 2 artikel terindeks Q2.

Selama pendidikan doktor, Jotti dibimbing dua peneliti terbaik ITB, Prof. Dr. Eng. Ferry Iskandar sebagai supervisor, dan Afriyanti Sumboja, Ph.D sebagai co-supervisor.

Keduanya masuk dalam daftar World’s Top 2 persen Scientists yang merupakan daftar peneliti paling berpengaruh di dunia.

Hal tersebut mendorong Jotti untuk mengikuti jejak pembimbingnya dengan aktif melakukan publikasi dari setiap riset yang dilakukan.

Selain itu, Jotti mengaku bahwa jaringan kolaborasi serta fasilitas laboratorium yang memadai menjadi faktor penentu produktivitas dalam penelitian yang tidak kalah penting.

"Saat kita dibimbing oleh orang-orang hebat, kalau kita tidak bisa mendapat achievement yang sama setidaknya kita dapat habit yang sama. Dari situ menjadi terpikir bagaimana saya bisa beradaptasi dengan habit beliau berdua," terang Jotti seperti dikutip dari laman ITB, Rabu (29/5/2024).

Baca juga: Ini 5 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Asia Tenggara

Dalam dunia riset, Jotti dikenal sebagai satu dari sekian orang yang menekuni penelitian tentang baterai ion litium.

Topik penelitian ini sudah digelutinya sejak menempuh Program Magister Fisika ITB pada tahun 2018.

Ketertarikannya pada pengembangan energy storage terutama baterai ion litium dilatarbelakangi fakta bahwa Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam yang menjadi material baterai.

Keberadaan sumber daya alam yang melimpah harus dibarengi dengan sumber daya manusia yang kompeten. Sedangkan kampus yang memiliki fasilitas penelitian di bidang baterai sangat minim.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com