Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Guru Non-ASN Bisa Terima Bantuan 2 Kali Setahun, Cek Besarannya

Kompas.com - 28/05/2024, 16:46 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Guru Non Aparatur Sipil Negera (ASN) bakal dapat bantuan insentif dua kali dalam satu tahun.

Bantuan ini diberikan bagi guru yang belum punya sertifikat pendidik. Penanggungjawab program tunjangan guru jenjang PAUD dan Dikdas, Sri Lestariningsih mengatakan sebelumnya, bantuan insentif ini disalurkan sekaligus selama satu tahun.

Namun pada tahun 2024, bantuan akan cair setiap semester.

"Jadi, tahun 2024 ini, bantuan insentif akan diterima guru penerimanya dua kali dalam setahun," kata Ning, sapaan akrabnya dilansir dari laman Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik).

Baca juga: Daftar Beasiswa LPDP Tahap 2? Cek Tips Lolos Menulis Esai Ini

Bantuan bagi guru non-ASN

Bagi guru non-ASN yang bisa mendapatkan insentif ini, minimal memiliki sertifikat pendidik dengan masa kerja 17 tahun untuk guru formal.

Guru yang dapat mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Diksus. Sementara bagi guru non-formal seperti KB atau TPA, baru yang memiliki masa kerja 13 tahun bisa dapat bantuan ini.

"Bantuan insentif semester I dicairkan mulai bulan Juli dan semester II dicairkan paling lambat bulan Desember," jelas Ning.

Nominal yang diterima masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu Rp 300.000 per bulan untuk guru formal dan Rp 200.000 per bulan untuk guru non-formal.

Sehingga bila dihitung per-semester nominal bantuan yang diterima sebesar Rp 1,8 juta per semester untuk guru formal dan Rp 1,2 juta per semester untuk guru non-formal.

Baca juga: Beasiswa Aperti BUMN 2024 Dibuka, Kuliah Gratis dan Kerja di BUMN

Ning menjelaskan, nominasi penerima bantuan insentif baik yang formal maupun non formal sudah ada dalam aplikasi Simantun.

Para guru bisa mengecek nama mereka dalam aplikasi Simatun untuk saat ini.

Namun bila belum ada, guru bisa didaftarkan di nominasi oleh Dinas Pendidikan setempat. Pengusulan paling lambat dilakukan pada 30 Juli 2024 mendatang.

“Dinas Pendidikan bisa mengecek guru yang masuk dalam nominasi untuk segera, memverifikasinya, dan segera mengusulkan sebelum tanggal 30 Juli 2024," tambahnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com