Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Universitas Brawijaya Batalkan Kenaikan UKT 2024, Gunakan UKT 2023

Kompas.com - 28/05/2024, 16:30 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Universitas Brawijaya (UB) membuat skema baru pasca pembatalan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim.

Secara otomatis, UB kembali menerapkan biaya kuliah atau UKT tahun 2023 kepada mahasiswa baru tahun 2024. Terutama saat ini, mahasiswa yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sedang melakukan daftar ulang. 

Sebelumnya, UB menambah kelompok UKT tahun 2024 menjadi 12 kelompok UKT. Sementara pada tahun 2023 hanya ada enam kelompok UKT saja.

Baca juga: UKT Batal Naik tapi Mahasiswa Sudah Bayar? Kemendikbud Beri Skema Ini

Lalu, ketika Mendikbud Nadiem memutuskan pembatalan kenaikan UKT pada Senin, (28/5/2024), UB langsung membuat skema sesuai instruksi Kemendikbud.

Wakil Rektor 2 UB Ali Syafaat mengatakan saat ini UB sudah siap mentransisikan UKT pasca pembatalan UKT oleh Mendikbud Nadiem.

"Di mana kami sudah membuat satu kebijakan, yang pertama, untuk kelompok UKT tetap menggunakan tahun 2024. Hanya kelompoknya yang sama. Tetapi nominalnya (UKT), sama dengan tahun 2023," kata dia, saat press conference melalui zoom pada Selasa, (28/5/2024).

Ali mencontohkan, bila ada prodi yang tahun 2023 memiliki UKT tertinggi atau maksimal Rp 7 juta pada kelompok 8, lalu tahun 2024 justru masuk kelompok 9 sementara ada nominal tertinggi di atasnya, maka mahasiswa akan dikenai besaran seperti tahun sebelumnya.

Baca juga: Biaya Kuliah Jurusan Kedokteran UNY 2024, Ada UKT dan IPI

"Sehingga bila ada mahasiswa yang sudah membayar UKT pada tahun 2024 dengan nominal yang lebih tinggi dari tahun 2023, selisihnya akan disaldokan ke semester berikutnya," tambahnya.

Kemudian bagi mahasiswa yang UKT-nya justru lebih mahal kalau mengikuti aturan tahun 2023, maka tetap akan mengikuti aturan kelompok UKT 2024. Sehingga, UKT yang didapat tidak dikurangi maupun bertambah.

"Jadi misalnya, ada kelompok UKT yang sama antara tahun 2024 dan 2023 tetapi nominalnya berbeda, lebih besar tahun 2023, maka mahasiswa akan ikut kelompok UKT tahun ini. Tidak akan dikurangi atau bertambah," katanya lagi.

Saat ini sudah ada 75 persen dari total maba jalur SNBP sudah daftar ulang. Ali mengatakan, sampai kemarin malam atau Senin (27/5/2024), belum ada mahasiswa yang mundur karena UKT.

"Itu karena kami sudah mensosialisasikan pengajuan atau permohonan untuk keuangan tanggal 22 Mei," kata mantan dekan Fakultas Hukum UB ini.

Kata Ali, banyak yang mengalami perubahan UKT setelah pengajuan ulang. Namun bagi yang pengajuannya ditolak, UB memberikan kebijakan relaksasi berupa skema cicilan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com