Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemendikbud Segera Cairkan Insentif Guru 2024, Cek Jadwal dan Besarannya

Kompas.com - 28/05/2024, 11:33 WIB
Sania Mashabi,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) segera mencairkan bantuan insentif untuk guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2024 pada setiap semester.

Penanggungjawab Program Tunjangan Guru Jenjang Paud dan Pendidikan Dasar Sri Lestariningsih mengatakan, bantuan itu akan diterima guru sebanyak dua kali dalam satu tahun.

"Jadi, tahun 2024 ini, bantuan insentif akan diterima guru penerimanya dua kali dalam setahun," kata Sri dikutip dari laman resmi Puslapdik Kemendikbud, Senin (27/5/2024).

Baca juga: Banyak Guru Terjerat Pinjol, Kemendikbud Terus Angkat PPPK

Sri menjelaskan, bantuan insentif adalah bantuan yang diberikan pada guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Bantuan insentif diberikan kepada guru non ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik dengan masa kerja 17 tahun untuk guru formal TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pendidikan khusus, serta masa kerja 13 tahun untuk guru non formal yaitu pendidik KB/TPA.

"Bantuan insentif semester I dicairkan mulai bulan Juli dan semester II dicairkan paling lambat bulan Desember," ujarnya.

Sri mengatakan, nominal yang diterima para guru masih sama dengan tahun sebelumnya yakni Rp 300.000 per bulan untuk guru formal dan Rp 200.000 per bulan untuk guru non formal.

Adapun nominasi penerima bantuan insentif baik yang formal maupun non formal sudah ada dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tunjangan Guru (Simantun).

Berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 16 Tahun 2023, guru yang telah memenuhi persyaratan untuk menerima tunjangan wajib menginput dan/atau memperbaharui data guru melalui Dapodik secara berkala, dan guru harus memastikan data terinput dengan benar.

Baca juga: Nadiem: Sebanyak Mungkin Guru Honorer yang Layak Kami Angkat PPPK

 

Kesalahan dalam penginputan data dan keterlambatan dalam memperbarui data dalam Dapodik akan berakibat tidak lancarnya proses pencairan tunjangan.

Data yang perlu diinput dan/atau diperbaharui yakni data terutama mengenai nama lengkap guru, satuan administrasi pangkal, beban kerja, golongan ruang, masa kerja, NUPTK, tanggal lahir, dan status kepegawaian.

"Dinas pendidikan bisa mengecek guru yang masuk dalam nominasi untuk segera, memverifikasi, dan segera mengusulkan sebelum tanggal 30 Juli 2024," jelas Sri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com