Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UIN Jakarta Naikkan UKT, Menag: Tak Boleh Beratkan Mahasiswa

Kompas.com - 28/05/2024, 08:07 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama (Kemenag) tidak boleh memberatkan mahasiswa.

Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Award 2024 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang menaikkan UKT dan sempat mendapat kritikan karena dianggap terlalu tinggi.

"Prinsipnya UKT itu tidak boleh memberatkan mahasiswa. Jadi nanti Pak Rektor (UIN) akan terus berkoordinasi dengan kami terkait dengan UKT. Sekali lagi, prinsipnya UKT tidak boleh memberatkan mahasiswa," kata Yaqut dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (27/5/2024).

Baca juga: Unik, Kampus Muhammadiyah Ini Bisa Bayar UKT Pakai Hasil Bumi

Jangan bergantung pada UKT untuk operasional kampus

Yaqut juga berpesan kepada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar agar bergantung dari UKT untuk pembiayaan logistik dan operasional pendidikan di kampus.

Menurut dia, sumber pendanaan bisa dihasilkan dari pengelolaan rumah sakit, hotel, dan asrama.

"Rumah sakit itu bisa menjadi tulang punggung untuk mendapatkan logistik bagi pemenuhan kebutuhan kampus. Asrama mahasiswa dan hotel yang bagus juga dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi UIN Jakarta dalam menjalankan proses operasionalnya," ujarnya.

Baca juga: Cek Rincian Biaya UKT dan Uang Pangkal Jurusan Kedokteran IPB 2024

"Nanti tolong disiapkan agar apa yang kita bicarakan dapat terwujud," lanjut dia.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menjelaskan, saat ini UIN Jakarta sedang mengembangkan kemandirian dalam pendanaan melalui pengembangan pusat bisnis.

Baca juga: Kemendikbud Batalkan Kenaikan UKT Tahun 2024

Hal itu digunakan sebagai upaya agar tidak terlalu bergantung kepada UKT dalam proses operasional kampus.

"Kami mengarah kepada kemampuan mandiri di dalam pendanaan. Maka kita kembangkan pusat bisnis seperti rumah sakit, hotel, dan sebagainya akan kita kembangkan untuk tidak mengandalkan UKT," tandas Asep.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com