Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

100 Tahun Perkumpulan Strada, Kardinal Suharyo: Perkumpulan Strada Bentuk Manusia Berpengetahuan dan Berkarakter

Kompas.com - 25/05/2024, 09:19 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com- Dalam rangka memperingati HUT ke-100, Perkumpulan Strada menggelar misa syukur di Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga atau yang lebih dikenal dengan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (24/5/2024).

Perayaan syukur ini mengangkat tema "Sekolah Modern, Berakar pada Budaya, dan Menghidupi Nilai-nilai Dasar Strada Sampai Akhir Hayat." Acara dihadiri 1.500 peserta, terdiri dari para relasi, tamu undangan, pensiunan, dan seluruh guru/karyawan di Perkumpulan Strada.

Misa syukur ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 09.00 WIB dan dipimpin langsung Kardinal Ignatius Suharyo.

Turut memimpin misa syukur ini Romo Benedictus Hari Juliawan SJ (Provinsial Serikat Jesus Indonesia) Romo Josephus Ageng Marwata SJ (Ketua Pengurus Perkumpulan Strada), Romo Odemus Bei Witono SJ (Direktur Perkumpulan Strada), Romo St. Roy Djakarya Pr (Perwakilan Alumni, dan romo alumni Perkumpulan Strada.

Dalam khotbahnya, Ignatius Kardinal Suharyo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi para pegiat pendidikan di Perkumpulan Strada dalam upayanya untuk mengembangkan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan luas bagi masyarakat.

Dalam rangka memperingati HUT ke-100, Perkumpulan Strada menggelar misa syukur di Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga atau yang lebih dikenal dengan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (24/5/2024).DOK. PERKUMPULAN STRADA Dalam rangka memperingati HUT ke-100, Perkumpulan Strada menggelar misa syukur di Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga atau yang lebih dikenal dengan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (24/5/2024).

"Tujuan Perkumpulan Strada bukan hanya membentuk seseorang dengan pengetahuan namun juga untuk menjadi orang benar," tegas Kardinal Ignatius Suharyo.

"Siapapun yang terlibat langsung dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan di Perkumpulan Strada mestinya menjadikan spirit Bunda Maria sebagai pedoman yang dihidupi,” pesan Kardinal.

Kardinal Suharyo juga mengingatkan, setiap pendidikan wajib meneladani Bunda Maria untuk menjadi orang benar, yaitu orang-orang yang percaya bahwa Tuhan selalu ada di balik semua peristiwa yang dialami.

Selain itu dia juga berpesan kepada Perkumpulan Strada untuk bisa menjadi "mata orang benar" yang melihat segala sesuatu sebagai sebuah peristiwa dengan mata iman.

Rasa dan harapan sama juga disampaikan Romo Odemus Bei Witono SJ, bahwa kegembiaraan perayaan ini terpancar bukan hanya melalui rangkaian kegiatan yang dijalankan namun juga melalui kehidupan nyata.

Dalam kesempatan HUT ke-100 Perkumpulan Strada dilakukan pula kegiatan peluncuran buku risalah tesis jilid 2 "Tanggung Jawab Pendidik dalam Ranah Intelektualitas", opini murid tentang "Pendidikan Bermakna sebagai Pengantar", dan opini guru tentang "Gerakan Guru Menjawab Tantangan Zaman".

"Ketiga buku itu adalah harta karun Perkumpulan Strada. Saya juga sangat mengapresiasi kepada anak-anak yang tampil pada hari ini, semua tampak antusias dan bersemangat memberikan penampilan terbaiknya," pungkas Romo Bei, Direktur Perkumpulan Strada.

Selain Misa syukur ini, Perkumpulan Strada juga mengadakan acara napak tilas dengan berjalan kaki dari Gereja Katedral Jakarta menuju ke Kantor Strada Pusat di Jalan Gunung Sahari 88 Jakarta Pusat.

Selain Misa syukur ini, Perkumpulan Strada juga mengadakan acara napak tilas dengan berjalan kaki dari Gereja Katedral Jakarta menuju ke Kantor Strada Pusat di Jalan Gunung Sahari 88 Jakarta Pusat (27/5/2024).DOK. PERKUMPULAN STRADA Selain Misa syukur ini, Perkumpulan Strada juga mengadakan acara napak tilas dengan berjalan kaki dari Gereja Katedral Jakarta menuju ke Kantor Strada Pusat di Jalan Gunung Sahari 88 Jakarta Pusat (27/5/2024).

Kegiatan napak tilas ini dilakukan dengan tujuan mengingat kembali sejarah Perkumpulan Strada.

Sebagai informasi, di Gereja Katedral inilah, Tiga Serangkai Pendiri Perkumpulan Strada, yaitu Pastor Antonius Theodorus van Hoof SJ, Pastor Johannes Josephus Hubertus Maria van Ricjkevorsel SJ, dan Pastor Josephus Wilhelmus Maria Wubbe SJ, sepakat mendirikan Strada Vereniging pada 24 Mei 1924.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com