Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Mengasah Kemampuan "Problem Solving" Siswa

Kompas.com - 20/05/2024, 16:31 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Christabella dan Dr. Raja Oloan Tumanggor, S.Ag.*

SEBAGAI seorang pelajar, khususnya siswa sekolah menengah atas (SMA), individu perlu mengembangkan berbagai kemampuan dalam diri mereka sebagai bekal bagi masa depan.

Siswa SMA di Indonesia rata-rata berusia 15-18 tahun. Pada jenjang usia tersebut individu ada pada masa remaja awal (Hurlock, 2006).

“Tak ada gading yang tak retak”. Peribahasa ini memiliki makna bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, juga dapat memberikan gambaran bahwa setiap individu pasti mengalami masalah atau hambatan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Pada masa perkembangan remaja awal tentunya individu sebagai siswa SMA tidak lepas dari hambatan atau permasalahan, entah permasalahan akademik maupun nonakademik.

Hal ini sejalan dengan pendapat Hurlock (2006) yang menganggap bahwa masa remaja merupakan masa individu dalam usia yang bermasalah.

Dengan munculnya masalah dalam kehidupan individu tentunya penting untuk memiliki kemampuan "problem solving" untuk mencari solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang sedang dialami.

Khususnya bagi siswa SMA, siswa dengan kemampuan problem solving yang baik cenderung dapat menyelesaikan masalah yang mereka alami secara lebih efektif dan mampu menghadapi berbagai keadaan yang sulit.

Kemampuan problem solving yang dimiliki siswa dapat menjadi bekal yang sangat berguna bagi mereka, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan). Masalah sering juga disebut sebagai kesulitan, hambatan, gangguan, ketidakpuasan, ataupun kesenjangan.

Beberapa permasalahan yang pada umumnya dihadapi oleh remaja adalah permasalahan dalam keluarga, pertemanan, kecemasan akan masa depan dan juga permasalahan akademik.

Problem Solving terdiri dari dua kata, yaitu problem yang berarti masalah dan solving yang diartikan sebagai penyelesaian.

Problem solving menurut D’Zurilla & Maydeu-Olivares (1995) adalah pengarahan diri individu pada proses perilaku kognitif yang melibatkan kesadaran, pemikiran rasional dan aktivitas dalam usahanya untuk mengidentifikasi atau menemukan cara yang efektif atau adaptif dalam mengatasi masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan menurut Santrock (2005), problem solving adalah cara untuk menemukan jalan yang sesuai dalam rangka pencapaian tujuan ketika tujuan tersebut belum tercapai.

Problem solving juga dapat diartikan sebagai proses untuk mencari jalan keluar dari kesenjangan untuk menemukan jalan keluar atau penyelesaian.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com