Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sediakan Bantuan Dana Riset Rp 699,4 Miliar, BRIN: Peminat Masih Sedikit

Kompas.com - 02/03/2024, 12:26 WIB
Sania Mashabi,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peminat pengajuan proposal pendanaan riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di tahun 2024 saat ini masih terbilang sedikit.

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Prof. Agus Haryono mengatakan, sampai dengan Kamis (29/2/2024) jumlah proposal yang masuk baru mencapai 29 proposal.

"Sampai sekarang ini responnya (pengajuan proposal) masih sedikit ya," kata Prof. Agus di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (29/2/2024).

Prof. Agus menjelaskan, pada tahun 2023 jumlah peneliti yang mengajukan pendanaan riset ada sekitar 1.700 untuk satu kloter pembukaan pendaftaran.

Baca juga: Beasiswa S2 Ajinomoto 2024 Kuliah Gratis ke Jepang, Tunjangan Rp 228 Juta

Namun dari angka itu, sebanyak 1.500 proposal diajukan pada masa menjelang penutupan pendaftaran pengajuan dana bantuan riset.

"Padahal tahun lalu 1 batch itu bisa 1.700 proposal. Tapi 1.700 itu 1.500 di antara submit di dua hari terakhir. Sekarang enggak ada deadline kita lihat," ujarnya.

Prof. Agus mengatakan, tahun ini BRIN tidak memberikan batas waktu pengajuan proposal riset agar peneliti bisa lebih leluasa membuat kerangka riset.

Ia pun berharap peneliti bisa segera mengajukan proposal penelitiannya dan tidak menunda-nunda apabila sudah disiap diajukan.

"Karena biasanya peneliti itu sifatnya last time. Mendekati deadline baru rame. Enggak ada deadline adem ayem," pungkas Prof. Agus.

Adapun BRIN membuka peluang pendanaan riset dan inovasi untuk lembaga riset perguruan tinggi ataupun industri. Pendanaan itu diberikan BRIN apabila lembaga riset perguruan tinggi dan industri mengajukan proposal penelitian sepanjang 2024.

Tahun 2024 ini BRIN sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 699,4 miliar untuk pendanaan riset dan inovasi.

Baca juga: Beasiswa S2-S3 Australia Awards 2024, Tanpa Batas Usia dan Kuliah Gratis

Anggaran itu diusulkan ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan pemerintah pusat yang akan dikeluarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Anggaran itu akan membiayai program Riset dan Inovasi Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi sebesar Rp 500 miliar.

Kemudian RIIM Ekspedisi Rp 137,5 miliar, RIIM Startup Rp 24,9 miliar, RIIM Invitasi Rp 30 miliar, RIIM Kolaborasi Rp 5 miliar, dan Pengujian Produk Inovasi Kesehatan Rp 2 miliar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com