Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gerakan Sekolah Menyenangkan Lempar Wacana Hadirkan "Ruang Ketiga" Pendidikan

Kompas.com - 26/02/2024, 17:34 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Muhammad Nur Rizal, mendorong sekolah menghadirkan "ruang ketiga" di ruang-ruang kelas sebagai bentuk transformasi pendidikan.

"Ruang Ketiga" (Third Place) dimaksud adalah ruang interaksi dan diskusi antara rumah (ruang pertama) dan sekolah (ruang kedua) di mana guru dan siswa dapat dengan secara egaliter (sama dan sederejat) saling berbagai inspirasi, pengetahuan, nilai dan pembelajaran hidup.

Wacana menghadirkan Ruang Ketiga ini disampaikan Rizal dalam acara "Ngkaji Pendidikan: Ruang Ketiga di Pendidikan" yang digelar pada Sabtu, 24 Februari di SMKN 8 Surakarta, Jawa Tengah,

Acara dihadiri lebih dari 1.000 guru secara luring maupun daring dari Jawa Tengah, Banten, DIY, Aceh, dan Kalimantan.

Ruang Ketiga, jelas Rizal, mendorong transformasi pendidikan melalui proses saling refleksi, membantu, dan saling berbagi, berdialog, berinteraksi menciptakan lingkungan belajar yang positif. 

"Yang paling utama, (Ruang Ketiga) menciptakan lingkungan sosial positif yang dampaknya pada ketiadaan bully, kekerasan di sekolah. Ini perubahan budaya yang sulit didekati metodologi," jelas Rizal.

"Karena itu, yang perlu dimerdekakan dari guru-guru, bukan kurikulumnya, melainkan batin dan jiwanya, sehingga hal itu membutuhkan pendekatan kultural," tegas Rizal.

Lebih jauh Dosen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM ini menyampaikan, "maka jangan-jangan, sekolah yang tidak punah karena AI justru sekolah-sekolah seperti di Laskar Pelangi dan bukannya malah sekolah favorit."

"Yaitu (sekolah) yang melahirkan anak dengan kesadaran pada dirinya dan lingkungannya, serta guru-guru yang memberi kesempatan setiap anak untuk merasakan langsung pengalaman belajar,” lanjut Rizal.

Rizal menambahkan, GSM bertujuan membongkar budaya formalisme dalam pendidikan dan menciptakan ruang yang lebih inklusif dan interaktif.

Ia juga menekankan, guru adalah kunci utama dalam proses transformasi ini, dan perlu membangun kemampuan untuk menjadi fasilitator belajar yang merangsang kreativitas dan rasa ingin tahu siswa.

Dengan diselenggarakannya acara Ngkaji Pendidikan, GSM menyoroti pentingnya transformasi mendalam dalam pendidikan Indonesia, yaitu untuk memprioritaskan konsep Ruang Ketiga sebagai fondasi utama.

Baca juga: Anies Minta Jakarta Selatan Kembangkan Ruang Ketiga, Apa Itu?

Dalam ruang ini, murid dan guru dapat berinteraksi secara bebas, dan pembelajaran tidak hanya terbatas pada kurikulum, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran sosial yang esensial bagi perkembangan holistik siswa.

Ruang Ketiga dan Gerakan "Akar Rumput"

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com