Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Penyebab Anak Melakukan "Bullying" di Sekolah

Kompas.com - 20/02/2024, 20:08 WIB
Sania Mashabi,
Dian Ihsan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Aksi perundungan atau bullying masih terjadi beberapa sekolah di Indonesia.

Berdasarkan data dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pada tahun 2023, tercatat ada 30 kasus perundungan yang terjadi di satuan pendidikan.

Dari 30 kasus tersebut, 50 persennya terjadi di jenjang SMP atau sederajat, 30 persen terjadi di jenjang SD atau sederajat, 10 persen di jenjang SMA/sederajat, dan 10 persen di jenjang SMK/sederajat.

Baca juga: Kemendikbud Dalami Kasus Bullying Binus School Serpong

Psikolog Pendidikan Anak, Tika Bisono menyebut, ada enam penyebab yang membuat anak-anak menjadi pelaku bullying di sekolah.

Berikut keenam penyebab yang membuat anak menjadi pelaku bullying:

1. Merasa memiliki kekuatan

Menurut Tika, anak yang melakukan bullying biasanya merasa memiliki kekuatan yang lebih untuk menindas yang lemah.

"Biasanya dia merasa ada power," kata Tika kepada Kompas.com, Selasa (20/2/2024).

2. Ada peluang

Kemudian, anak melakukan bullying karena merasa marah dan kesal atas sesuatu dan membuat dia mencari pelampiasan amarah.

Pelampiasan itu juga biasanya dilakukan pada orang yang lebih lemah.

"Ada latar belakang dia kecewa atau marah terhadap sesyatu sehingga kekesalan itu menumpuk di dia. Dia butuh penyaluran yang disebut energi marah, energi benci energi kesal," ujarnya.

3. Dibully terlebih dahulu

Anak yang melakukan bully, lanjut Tika, biasanya juga disebabkan adanya unsur dendam pada masa lalu.

4. Menunjukkan kekuasaan

Halaman Berikutnya
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com