Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Salurkan PIP kepada 17 Juta Siswa Selama 2022, Kemendikbudristek Pastikan Tepat Sasaran

Kompas.com - 01/11/2023, 08:00 WIB
Inang Sh ,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 17.953.268 siswa dari semua jenjang pendidikan. 

PIP merupakan program prioritas nasional yang dilaksanakan Kemendikbudristek dan bertujuan membantu biaya personal pendidikan peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Dengan begitu, para siswa bisa terus bersekolah hingga dapat menyelesaikan pendidikan sampai tamat SMA/SMK atau jalur pendidikan kesetaraan Paket C. 

Bantuan PIP juga diharapkan dapat menarik minat siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.

Adapun Kemendikbudristek menetapkan siswa penerima PIP melalui Surat Keputusan (SK) Pemberian. Penetapan ini sebagian masuk ke dalam SK Nominasi bagi yang belum melakukan aktivasi rekening. 

Baca juga: Ramai soal Kartu Indonesia Pintar Disebut untuk Anak Pintar, Ini Penjelasan Kemendikbud

Selanjutnya, peserta didik pada SK Nominasi melakukan aktivasi rekening di bank penyalur dan menunggu namanya masuk ke dalam SK Pemberian. 

Ketika SK Nominasi diterbitkan, saldo di rekening siswa masih dalam posisi Rp 0. Setelah siswa melakukan aktivasi rekening, status dapat ditetapkan pada SK Pemberian. 

Status SK dapat dilihat pada aplikasi SiPintar pada alamat pip.kemdikbud.go.id.

Penetapan penerima PIP

Untuk menetapkan penerima PIP, satuan pendidikan memeriksa dan memutakhirkan data siswa di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk mengetahui kelengkapan data, kevalidan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kelogisan data siswa. 

Siswa yang layak menerima PIP ditentukan satuan pendidikan dengan mencentang Layak PIP di Dapodik.

Baca juga: Korupsi Dana Program Indonesia Pintar, Eks Kepala SMPN 17 Tangsel Dituntut 3,8 Tahun Penjara

Hal itu dilakukan berdasarkan pengamatan dan verifikasi terhadap seluruh siswa di satuan pendidikan setelah memperhatikan target sasaran yang dimiliki tiap kabupaten dan kota. 

Kemendikbudristek juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam pemadanan data peserta didik di Dapodik dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi sumber data utama penetapan sasaran penerima PIP.  

Selain itu, sumber data penetapan sasaran penerima PIP juga berasal dari usulan dinas pendidikan yang merupakan hasil verifikasi dari data Layak PIP peserta didik satuan pendidikan. 

Kemudian, usulan dinas pendidikan disampaikan kepada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek untuk ditetapkan sebagai penerima PIP. 

Apabila satuan pendidikan atau masyarakat menemukan peserta didik yang layak dapat bantuan PIP, tetapi tidak terdata di DTKS, pihak terkait dapat menghubungi dinas sosial atau kelurahan setempat.

Baca juga: Siswa Belum Dapat Bantuan Program Indonesia Pintar? Ini Kata Kemendikbud

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com