Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seperti Ini Drone Ambulans Gagasan Inovasi Mahasiswa Itera

Kompas.com - 17/10/2023, 15:49 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Itera

KOMPAS.com - Data dari World Health Organization (WHO), kini angka kematian akibat kecelakaan di jalan tol masih cukup tinggi.

Adapun kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kedelapan bertambahnya angka kematian pada 2013.

Diperkirakan di tahun 2030, kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kelima bertambahnya angka kematian.

Terkait hal itu, tim mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), membuat gagasan inovasi ambulans berbasis auto drone.

Baca juga: Ini Permainan Edukasi Karya Dosen Itera bagi Anak Korban Bencana Tsunami

Dilansir dari laman Itera, Senin (16/10/2023), tim Itera tersebut berhasil lolos seleksi nasional Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) tahun 2023.

Tim ini lolos seleksi setelah menawarkan gagasan inovasi ambulance berbasis auto drone dengan judul “Inovasi Auto Drone Ambulance Berbasis Geolocation Guna Mengurangi Angka Kematian Pasca Kecelakaan di Tol”.

Inovasi ini dirancang untuk mempercepat waktu evakuasi korban kecelakaan di jalan tol.

Ada sebanyak lima mahasiswa dari dua program studi, yaitu Akbar Widiancoko, Safira Dinda Rifana, Agnesia Putri Maharani, dan Osland First purba dari Program Studi Teknik Biomedis, dan Nauval Abi Sopian dari Program Studi Teknik Fisika.

Menurut Akbar, salah satu anggota tim, mengatakan bahwa kecelakaan di jalan tol merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

"Keterlambatan memberikan bantuan medis kepada korban kecelakaan di jalan tol dapat menjadi penyebab kematian. Salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan tersebut adalah lokasi kecelakaan yang sulit dijangkau dengan ambulans konvensional," terang Akbar.

Baca juga: Lomba Cerdas Cermat Astronomi di Itera, Peserta Didorong Jadi Agen Perubahan Iklim

Dijelaskan, inovasi auto drone ambulance berbasis geolocation ini menggunakan teknologi drone untuk mendeteksi lokasi kecelakaan dan mengevakuasi korban.

Drone ambulans dilengkapi dengan sistem deteksi visual yang terintegrasi dengan artificial intelligence (AI).

Sistem ini dapat mendeteksi korban kecelakaan secara otomatis dan akurat, bahkan dalam kondisi gelap atau hujan.

Timnya telah melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut terkait sistem drone ambulans.

Tak hanya itu saja, timnya juga berencana untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), untuk mendukung implementasi inovasi ini.

"Kami berharap inovasi ini dapat diimplementasikan secara luas di Indonesia untuk mengurangi angka kematian pasca kecelakaan di jalan tol," ujar Akbar.

Tentunya, inovasi auto drone ambulance berbasis geolocation ini merupakan salah satu inovasi yang berpotensi untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Baca juga: PNJ Inovasi Genteng dari Limbah Plastik, Harga Lebih Murah

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam penanganan kecelakaan di jalan tol.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com