Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Politeknik Negeri Samarinda Inovasi Mesin Perontok Padi Tenaga Surya

Kompas.com - 24/09/2023, 14:41 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris tentu karena sebagian masyarakat menggantungkan hidupnya di dunia pertanian.

Terlebih di wilayah Kalimantan Timur, masyarakat banyak yang menanam palawija, sayuran, padi dan lainnya. Apalagi tanaman padi, setiap tiga bulan sekali, para petani harus menyiapkan dirinya untuk memanen padi di sawah.

Lebarnya lahan pertanian dan banyaknya padi yang harus dipanen terkadang memakan waktu yang lama untuk memisahkan bulir padi dari tangkainya.

Hal ini disebabkan karena para petani masih menggunakan sistem manual dalam memanen padi tersebut.

Baca juga: Inovasi Mahasiswa UB, Bonggol Jagung Dibuat Jadi Sedotan

Terkait hal itu, tim dari Politeknik Negeri Samarinda yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro memberikan solusi dengan menciptakan mesin perontok padi bertenaga surya.

Penggunaan panel surya dalam mesin ini bertujuan untuk memperkenalkan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan kepada masyarakat.

Menurut Khairuddin Karim, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Samarinda, inovasi mesin perontok padi tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

"Pembuatan mesin dilakukan di kampus dengan terlebih dahulu kita mengambil data di lapangan. Waktu pembuatannya ya cukup singkat 1-2 minggu saja hingga mesin benar-benar siap digunakan," ujarnya dilansir dari laman Ditjen Pendidikan Vokasi, Sabtu (23/9/2023).

Dijelaskan, mesin perontok padi tenaga surya ini memiliki berbagai keunggulan yang tentunya memudahkan para petani ketika proses memanen padi.

Mesin ini mampu merontokkan padi dari tangkai jerami dan memisahkan bulir padi dari gabah sebanyak 40 kg dalam satu jam.

Selain membuat waktu panen menjadi lebih cepat, hasil pemisahannya pun lebih bersih dan mulus.

Mesin ini memiliki beberapa keunggulan seperti waktu menjadi lebih efisien, alatnya juga fleksibel sehingga mudah dibawa ke mana-mana dan pastinya ramah lingkungan.

"Mesin ini mampu merontokkan 90 persen padi dari batangnya sehingga para petani bisa mengefisienkan waktu panen dan tenaga," jelas Khairuddin.

Usai mesin ini selesai dibuat, kemudian mesin perontok padi tenaga surya ini diserahkan kepada Dinas Pertanian Paser untuk kemudian dimanfaatkan para petani di Kabupaten Paser.

Baca juga: Ini Stiker Antiradiasi dari Lidah Mertua Inovasi Mahasiswa Unsoed

"Kita akan mengenalkan produk ini kepada masyarakat sekitar supaya mereka bisa sama-sama maju di bidang pertanian. Apabila para petani maju maka kita tidak perlu khawatir akan ketahanan bahan pangan pokok kita," harap Khairuddin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com