Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Herry Darwanto
Pemerhati Sosial

Pemerhati masalah sosial. Bekerja sebagai pegawai negeri sipil sejak 1986 hingga 2016.

Membangun SDM Unggul, Hidupkan Perpustakaan

Kompas.com - 29/01/2023, 07:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

UNESCO menetapkan 24 Januari sebagai Hari Pendidikan Internasional. Tujuannya tentu untuk membangun manusia yang unggul melalui pendidikan. Manusia unggul berpeluang mengatasi masalah yang dihadapi bersama.

Target PBB tentunya negara-negara berkembang, yang menghadapi masalah multidimensi, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, penyakit, kriminalitas, kerusakan lingkungan, dsb.

Bagi Indonesia, Hari Pendidikan Internasional itu merupakan pemicu untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Saat ini mutu SDM kita rendah karena pendidikan yang belum merata di seluruh tanah air.

Masih ada warga bangsa kita yang belum mengenal sekolah dasar hingga dewasa. Tenaga kerja kita sebagian besar hanya lulusan SMA atau lebih rendah.

Tidak heran jika produktivitas ekonomi kolektif bangsa ini rendah, lebih rendah dari negara-negara tetangga.

Maka upaya mencerdaskan kehidupan bangsa harus terus dipacu di setiap daerah, termasuk di wilayah perbatasan, di pulau-pulau terluar, dan di kawasan-kawasan permukiman yang terpencil.

Minat baca rendah

Sudah umum diketahui bahwa tingkat pendidikan penduduk Indonesia secara internasional rendah. Salah satu penyebab SDM rendah adalah kita kurang gemar membaca buku.

UNESCO (2012) yang mengukur indeks baca negara-negara menunjukkan angka untuk Indonesia sebesar 0,001, yaitu hanya satu dari 1.000 orang yang rajin membaca.

Ini ekuivalen dengan satu orang dari 200-an keluarga, atau kurang lebih satu orang dalam setiap Rukun Warga (RW). Di RW kita, mungkin hanya kita yang suka membaca.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+