Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dosen UM Surabaya: Kerja 40-90 Jam Per Minggu Picu Kecemasan dan Depresi

Kompas.com - 11/12/2022, 15:48 WIB
Mahar Prastiwi,
Albertus Adit

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bagi para karyawan, menyelesaikan pekerjaan hingga harus lembur menjadi hal yang lumrah terjadi.

Namun kebiasaan lembur demi menyelesaikan pekerjaan ini membawa dampak tidak bagus lho bagi kesehatan. Baik kesehatan secara fisik maupun mental.

Kerja lembur didefinisikan sebagai jadwal kerja yang melebihi waktu kerja per minggu atau kerja yang dilakukan dengan tujuan menyelesaikan pekerjaan yang tidak mungkin diselesaikan dalam jam kerja.

Dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (FIK UM Surabaya) Uswatun Hasanah mengungkapkan, seseorang yang terlalu sering kerja lembur memberikan dampak negatif bagi kesehatan mentalnya.

Baca juga: Berapa Lama Kuliah S1, S2 dan S3? Lewat Batas Bisa Drop Out

Dampak lembur kerja terhadap kesehatan mental

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental yang berisiko tinggi dialami oleh pekerja yang sering lembur diantaranya adalah kecemasan dan depresi.

Uswatun menerangkan, sebuah studi menemukan bahwa orang yang bekerja lebih dari 40-90 jam per minggu memiliki risiko lebih besar mengalami depresi dan kecemasan.

Dampak ini bisa terjadi baik pada pekerja laki-laki maupun pekerja perempuan.

Gejala kecemasan dan depresi 

Beberapa gejala kecemasan dan depresi yang muncul pada orang yag sering lembur meliputi:

1. Sulit tidur

2. Sulit menikmati kegiatan aktivitas yang dilakukan atau hobi

3. Merasa stres

Baca juga: 5 Beasiswa dengan Uang Saku Besar, Ada yang Capai Rp 300 Juta

4. Selalu khawatir tidak dapat menyelesaikan pekerjaan atau memenuhi target

5. Merasa tidak puas dengan hasil kerja yang dilakukan

6. Sulit berkonsentrasi

7. Mudah tersinggung

Halaman:


Terkini Lainnya

Temui LPAI, Menparekraf Bicara soal Dampak Buruk Game Online dan Nasib Anak Bangsa

Temui LPAI, Menparekraf Bicara soal Dampak Buruk Game Online dan Nasib Anak Bangsa

Edu
15 SMA Swasta Terbaik di Jogja, Nomor 1 Sekolah Khusus Laki-laki

15 SMA Swasta Terbaik di Jogja, Nomor 1 Sekolah Khusus Laki-laki

Edu
Mendikbud Minta PTN Kembalikan Kelebihan Bayar UKT Mahasiswa

Mendikbud Minta PTN Kembalikan Kelebihan Bayar UKT Mahasiswa

Edu
Gelar 'Mini Workshop', Pulpenmas Institute Ajak Sekolah Mulai Perhatikan 'Customer Experience'

Gelar "Mini Workshop", Pulpenmas Institute Ajak Sekolah Mulai Perhatikan "Customer Experience"

Edu
Seluruh Lulusan Kelas 2024 Sinarmas World Academy Diterima di Universitas Top Dunia

Seluruh Lulusan Kelas 2024 Sinarmas World Academy Diterima di Universitas Top Dunia

Edu
7 Program Prioritas Kemenag bagi Guru dan Tendik 2024, Salah Satunya Insentif

7 Program Prioritas Kemenag bagi Guru dan Tendik 2024, Salah Satunya Insentif

Edu
11 SMA dengan Nilai UTBK Tertinggi di Tangsel, Referensi PPDB 2024

11 SMA dengan Nilai UTBK Tertinggi di Tangsel, Referensi PPDB 2024

Edu
UKT Batal Naik, Mendikbud Minta PTN Rangkul Mahasiswa yang Mengundurkan Diri

UKT Batal Naik, Mendikbud Minta PTN Rangkul Mahasiswa yang Mengundurkan Diri

Edu
PPDB Jabar 2024: Cek Dokumen yang Dibutuhkan dan Kuota Semua Jalur

PPDB Jabar 2024: Cek Dokumen yang Dibutuhkan dan Kuota Semua Jalur

Edu
Gelar Dialog di Universiti Sains Malaysia, JIC Ajak Mahasiswa Terlibat Misi Perdamaian Global

Gelar Dialog di Universiti Sains Malaysia, JIC Ajak Mahasiswa Terlibat Misi Perdamaian Global

Edu
Kisah Nikita, Sempat Alami Diskriminasi karena Disabilitas, Kini Lulus dari UGM

Kisah Nikita, Sempat Alami Diskriminasi karena Disabilitas, Kini Lulus dari UGM

Edu
20 SMA Terbaik di DKI Jakarta, Referensi Daftar PPDB 2024

20 SMA Terbaik di DKI Jakarta, Referensi Daftar PPDB 2024

Edu
Selain Batalkan Kenaikan UKT, Kemendikbud Juga Minta PTN Lakukan Ini

Selain Batalkan Kenaikan UKT, Kemendikbud Juga Minta PTN Lakukan Ini

Edu
LPDP Tahap 2 Dibuka Juni, Ini Perbedaan LPDP Reguler dan LPDP PTUD

LPDP Tahap 2 Dibuka Juni, Ini Perbedaan LPDP Reguler dan LPDP PTUD

Edu
BEM SI Minta Kemendikbud Revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 soal UKT

BEM SI Minta Kemendikbud Revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 soal UKT

Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com