Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/12/2022, 13:49 WIB
Dian Ihsan

Penulis

KOMPAS.com - Perut buncit merupakan masalah yang umum dirasakan oleh sebagian besar orang. Selain mengganggu penampilan, perut buncit juga bisa merupakan pertanda suatu penyakit.

Untuk menjawab itu, Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya Yelvi Levani angkat bicara.

Baca juga: Rektor Minta Lulusan Unair Jangan Minder

Menurut dia, perut buncit bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya adalah kondisi hormonal, pertambahan usia, stres, jarang berolahraga, kurang tidur, konsumsi alkohol, menopause dan gangguan pada saluran pencernaan.

"Konsumsi makanan berlemak dan makanan yang mengandung gula berlebihan juga dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut," ucap dia dikutip dari laman UM Surabaya, Jumat (9/12/2022).

Yelvi menjelaskan, setelah menopause, biasanya perut seseorang semakin membuncit, walaupun mereka tidak mengalami peningkatan berat badan.

"Hal ini dipengaruhi oleh turunnya hormon estrogen setelah menopause sehingga menyebabkan penumpukan lemak di daerah sekitar perut," ujarnya.

Yelvi menyebut, perut buncit juga bisa menimbulkan risiko terjadinya berbagai penyakit, di antaranya penyakit jantung, diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), peningkatan kolesterol jahat, dan gangguan pernapasan.

"Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa perut buncit juga berhubungan dengan kejadian kematian mendadak, yang umumnya disebabkan oleh serangan jantung," ungkap dia.

Menurutnya beberapa cara bisa dilakukan untuk mengatasi perut buncit, yakni rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Seseorang dapat mengencangkan otot perut dengan melakukan latihan perut, tetapi melakukan latihan ini saja tidak akan menghilangkan lemak perut.

Baca juga: Dosen UM Surabaya Beri 7 Tips Kencan Online di Tinder

Dia menambahkan, untuk mengatasi hal ini, seseorang juga harus mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, serta memilih sumber protein tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak.

Lalu batasi tambahan gula dan lemak jenuh yang terdapat pada daging dan produk susu berlemak tinggi, seperti keju dan mentega.

Seseorang juga dapat mengonsumsi ikan, kacang-kacangan, dan minyak nabati tertentu.

"Hindari minum minuman manis. Sebagai gantinya, perbanyak minum air putih. Dan perhatikan porsi makanan. Sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak," jelas dia.

Dia pun mengimbau melakukan olahraga secara teratur untuk mengurangi perut buncit.

Sebagian besar orang dewasa yang sehat, dapat melakukan aktivitas aerobik sedang, seperti jalan cepat, setidaknya 150 menit seminggu atau aktivitas aerobik berat, seperti berlari 75 menit seminggu.

Jika seseorang menggunakan penghitung langkah, ingatlah bahwa dibutuhkan rata-rata 10.000 langkah sehari untuk mencegah kenaikan berat badan.

Baca juga: Ners UM Surabaya Beri 3 Tips Atasi Perut Kembung dan Kentut Berlebihan

"Beberapa penelitian menunjukkan diperlukan 15.000 langkah sehari untuk mencegah kenaikan kembali berat badan setelah penurunan berat badan yang signifikan. Jika ingin menurunkan berat badan atau mencapai target kebugaran tertentu, seseorang perlu lebih banyak berolahraga," tukas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com