Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/12/2022, 06:19 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyatakan, sepanjang G20 Empower Presidensi Indonesia telah membangun dan memberikan berbagai advokasi, hingga berbagi praktik baik dalam memperkuat posisi perempuan Indonesia di puncak level manajemen.

Aliansi ini juga secara aktif mendorong upaya tercapainya kesetaraan gender di tempat kerja, sektor bisnis, dan masyarakat.

Baca juga: 30 BUMN Buka 890 Lowongan Kerja untuk Lulusan Diploma, S1, dan S2

Lalu menyediakan platform untuk saling berbagi ilmu dengan pemerintah, advocates, dan pemangku kepentingan lainnya.

Bahkan, bermitra dengan pemerintah dan negara anggota G20 lainnya untuk menerapkan kebijakan terkait peningkatan peran perempuan dalam posisi manajerial.

Tak lupa, menitipkan agar India bisa melanjutkan rencana kerja G20 Empower Presidensi Indonesia, khususnya yang telah tertuang ke dalam Deklarasi Pemimpin G20 di Bali.

"Forum G20 telah berkembang sangat signifikan. Deklarasi Pemimpin G20 pada presidensi tahun ini, menjadi momentum pertama kali dituangkannya komitmen terkait pemberdayaan perempuan dan kesetaraaan gender dalam butir terpisah," ucap dia dalam keterangannya, Senin (5/12/2022).

Tentunya, hal ini, kata dia, menunjukkan kepedulian dan keseriusan negara-negara anggota G20 dalam menempatkan isu perempuan pada fokus pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Chair G20 EMPOWER Presidensi Indonesia, Yessie D Yosetya menekankan, pihak akan terus mendorong pelaksanaan rekomendasi yang telah disusun G20 Empower pada tahun ini.

Baca juga: 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali dan Disukai Lulusan Kampus

Lebih jauh, pihak akan terus melacak dan memastikan ada hasil nyata yang diterapkan pemerintah dan seluruh elemen yang terlibat di dalamnya.

"Kami pun percaya, G20 EMPOWER, di bawah presidensi India pada tahun 2023 mendatang, akan mampu mengupayakan solusi perubahan terkait isu-isu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, terutama di negara-negara anggota G20," jelas dia.

Co-Chair G20 Empower, Rinawati Prihatiningsih menyampaikan, pemberdayaan perempuan menjadi isu lintas sektoral yang penting dalam kerja G20.

Lalu tiga isu prioritas yang diusung G20 Empower Indonesia serta pertemuan tingkat Menteri terkait pemberdayaan perempuan akan dilanjutkan di bawah presidensi India pada tahun 2023 mendatang.

Baca juga: UKT 3 Jalur Seleksi PTN Sama, Kemendikbud: Hapus Stigma Jalur Mandiri Mahal

"Kita semua patut bangga, kesuksesan yang dicapai Indonesia, berkat leadership semua pihak, komitmen yang tinggi, melalui kerja sama dan kolaborasi yang kongkret untuk mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif dan pembangunan berkelanjutan," tukas Rina yang juga jadi aktivis perempuan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+