Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/12/2022, 13:35 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) terus mengoptimalkan layanan digital untuk mempercepat penurunan stunting.

Salah satu inovasi digital yang dikembangkan PPAPP adalah telekonsultasi yang menjangkau jutaan warga DKI Jakarta, secara khusus kelompok masyarakat berisiko stunting.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan bahwa selain pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes), pihaknya juga menggunakan Pusat Pelayanan Keluarga (Puspa) berbasis digital untuk menekan angka stunting.

Layanan terpadu kesejahteraan dan ketahanan keluarga tersebut, meliputi layanan pusat informasi keluarga, pelatihan peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, magang dan penelitian, serta layanan telekonsultasi atau live chat konsultasi.

Telekonsultasi yang disediakan pada platform digital tersebut, kata Tuty, langsung terhubung dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Dengan kemudahan akses ini, warga DKI bisa berkonsultasi di mana dan kapan saja tanpa harus mengunjungi faskes.

Baca juga: Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan dengan Mudah, Bisa lewat HP

“TPK itu sekelompok tenaga yang dibentuk dan terdiri dari bidan, penyuluh Keluarga Berencana (KB), dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) untuk melaksanakan pendampingan,” jelas Tuty dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (1/12/2022).

Adapun pendampingan tersebut, meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial (bansos) kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu pascapersalinan, anak usia 0-59 bulan, serta melakukan surveilans keluarga berisiko stunting.

Dari filter pencarian di website tersebut terdapat beberapa topik konsultasi. Mulai dari hukum dan kekerasan berbasis gender, psikologi dan kekerasan berbasis gender, kontrasepsi, laktasi, kehamilan dan pascamelahirkan, hingga kewirausahaan.

Baca juga: Viral, Unggahan Bernarasi Tetap Hamil meski Sudah Pakai Alat Kontrasepsi, Apa Penyebabnya?

Berdasarkan beberapa topik konsultasi tersebut, menurut Tuty, kontrasepsi menjadi topik yang paling banyak dengan persentase mencapai 42,44 persen pengguna.

Sementara itu, sebanyak 11,71 persen di antaranya berkonsultasi terkait kehamilan dan pascamelahirkan, serta laktasi.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+