Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/11/2022, 10:44 WIB

KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut 42 persen masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol) adalah guru.

Kebanyakan guru yang terjerat pinjol adalah guru honorer yang memiliki hutang banyak dan tak sanggup melunasinya.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim mengatakan, fakta guru banyak terlibat pinjol sangat meresahkan bagi P2G.

Sebab, guru sebagai figur pendidik yang semestinya bertindak rasional dan melek literasi finansial ternyata sebaliknya.

"Apakah 42 persen guru yang terjebak pinjol itu berstatus guru honorer atau swasta dengan upah yang tidak layak? Atau statusnya PNS? Jika yang kena guru honorer, kami rasa pantas saja, dampak buruk rendahnya gaji mereka. Gelap mata, pakai jalan pintas. Gaji sebulan Rp 500 ribu punya anak lebih 2 orang. Upah minimum pun tidak. Apalagi sejahtera, solusi memenuhi kebutuhan hidupnya ya ikut pinjol," kata Satriwan dalam rilisnya.

Baca juga: P2G: Begitu Sulit Nasib Guru Honorer dan PPPK di Indonesia

Satriwan mengatakan, hingga kini terdapat 1 juta guru honorer yang hidup dengan ekonomi pas-pasan.

Rata-rata gaji guru honorer di bawah UMP/UMK daerah, yakni Rp 500 ribu - 1 juta per bulan.

"Padahal berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Pasal 14, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial," kata dia.

Hingga kini, nasib para guru honorer ini belum semuanya baik. Mereka hanya bisa mendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Padahal, kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat besar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+