Kompas.com - 07/10/2022, 14:17 WIB
|

KOMPAS.com - Tragedi Kanjuruhan tentu masih hangat diperbincangkan. Hal ini karena korban meninggal pada kejadian itu mencapai lebih dari 100 orang.

Imbasnya, sejumlah pihak mendapatkan sanksi, sebagian jajaran dicopot dari jabatannya dan sebagian ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rojil Nugroho Bayu Aji, S.Hum., MA., memberikan pandangannya.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Dosen UM Surabaya: Jika Kena Gas Air Mata, Ini Penanganannya

Ia menilai bahwa ulasan terkait keamanan, sistem pengamanan dan SOP gas air mata serta pitch invasion itu bagus untuk proses investigasi kuratif.

Sedang mengenai sanksi yang diberikan misalnya kepada Arema FC, menurut Bayu itu tidak menyelesaikan permasalahan. Ada dua problem besar dalam sepak bola Indonesia.

Dua problem sepak bola Indonesia

Pertama, permasalahan struktural dari sisi penegakan hukum misalnya dan bagaimana stakeholder sepak bola dalam mewujudkan regulasi yang tepat baik teknis maupun non-teknis pertandingan

Faktor nonteknis tidak bisa diabaikan, karena gejolak atau konflik yang terjadi di dalam maupun di luar stadion seringkali dipicu hal-hal non-teknis.

"Apabila kompetisi dikelola dengan baik, kekecewaan atau konflik yang terjadi bisa terselesaikan," ujarnya dikutip dari laman Unesa, Kamis (6/10/2022).

Kedua yakni permasalahan cultural. Ini berkaitan dengan ‘tradisi’ dan situasi sosial kondisi suporter yang tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda.
Ini perlu pemetaan dan penanganan yang tepat bagaimana suporter bertemu dengan tim klub atau suporter lain.

Baca juga: Mahasiswa UMM Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Ini Sosoknya

Kekerasan verbal harus dihilangkan

Tentu dari aspek suporter, juga ada akar persoalan yang perlu dipotong rantainya. Suporter sendiri harus berani mengakui ‘kesalahan’ apabila melakukan tindakan negatif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.