Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/10/2022, 16:05 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Printer tiga dimensi (3D) kini sudah banyak dijual bebas. Tapi, tak sedikit pelaku industri yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan printer 3D.

Tentu, mereka butuh printer 3D yang praktis dan ekonomis. Maka dari itu, butuh suatu inovasi baru dari printer 3D.

Terkait hal itu, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan Tridiku Argonaut, 3D printer yang mampu memenuhi kebutuhan pencetakan dalam lingkup hobi hingga industri dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Tim USK Inovasi Detektor Derajat Keparahan Covid-19

Menurut Manager Tridiku, Taufiq Ramadhan, Tridiku Argonaut sebagai 3D printer diharapkan dapat menjadi penyokong berbagai kebutuhan di industri kreatif dan teknik.

Mulai dari pencetakan kemasan minuman ringan dan parfum, perhiasan, seni kriya, hingga produk otomotif.

"Tridiku juga menargetkan agar produk ini dapat menunjang proses pembelajaran di institusi pendidikan," ujar Rama dikutip dari laman ITS, Jumat (30/9/2022).

Dijelaskan, printer yang mengusung konsep “Everyone can make anything”, Tridiku Argonaut memiliki beberapa kelebihan.

Melalui komponen yang telah teruji, mesinnya mampu mencetak objek selama 500 jam tanpa pemeliharaan. Selain itu, karya empat mahasiswa ITS ini mampu mencetak produk dari berbagai material.

Baca juga: Mahasiswa ITB Inovasi Prototipe Penjernih Air

Seperti PLA, Nilon, PETG, bahkan PP dengan tingkat keberhasilan cetak mencapai 100 persen.

Bersama rekan lainnya dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Aprilio Mori Syamra, Delta Kuncahyo Afif, dan Rafi Fadhlurrohman, saat ini Rama telah membuktikan eksistensi Tridiku dan meraih berbagai penghargaan.

Termasuk pendanaan pada Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Dengan di bawah dukungan Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) ITS, Tridiku yang menargetkan pengguna dari kalangan pemula hingga mahir ini sudah menghasilkan tiga buah mesin pencetak.

Satu mesin telah siap diluncurkan ke pasaran serta dua lainnya masing-masing dalam tahap beta release dan Minimum Viable Product (MVP).

Berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas, Tridiku juga melakukan kontrol berkala terhadap mesin pencetak yang dipasarkan ke konsumen.

Baca juga: Siswa SMK Inovasi Kacamata IoT bagi Tunanetra, Bisa Beri Perintah Belok

"Semoga dengan hadirnya Tridiku Argonaut, proses 3D printing tidak lagi menjadi suatu hal yang sulit dijangkau khalayak umum," harapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com