Kompas.com - 03/10/2022, 15:55 WIB
|


KOMPAS.com - Universitas Samudra (Unsam) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang berada di Jalan Prof. Syarief Thayeb, Meurandeh, Langsa, Aceh.

Saat ini Universitas Samudra telah mengantongi akreditasi "B" berdasarkan Nomor SK 435/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berlaku hingga 19 Desember 2023.

Kampus yang menawarkan 6 fakultas dengan 25 program studi (prodi) ini bisa menjadi pilihan para calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan, khususnya yang berdomisili di Aceh dan sekitarnya.

Sebelum memilih Unsam sebagai kampus untuk melanjutkan pendidikan, calon mahasiswa tentu ingin tahu lebih banyak mengenai profil Unsam, sejarah, fasilitas, jurusan hingga biaya kuliahnya.

Baca juga: Profil Universitas Teuku Umar: Jurusan, Jalur Masuk dan Biaya Kuliah

Sejarah Unsam

Merangkum dari laman resmi Unsam, Senin (3/10/2022), Universitas Samudra awalnya merupakan universitas swasta yang berada di Kota Langsa di bawah Yayasan Pendidikan Samudra.

Peguruan Tinggi di Aceh Timur telah mulai dirintis sejak tahun 1963, ketika itu Al- Jamiatul Wasliyah Cabang Aceh Timur berinisiatif mendirikan Fakultas Ekonomi Malikul Saleh yang berafiliasi pada Universitas Alwasliyah Medan.

Pada tahun 1976, dibuka dua Sekolah Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (STHPM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi (STE).

Melalui proses yang panjang, di tahun 1981, kedua perguruan tinggi tersebut memperoleh status terdaftar yang direalisasikan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 01998 dan 0199 tahun 1981.

Proses menuju Perguruan Tinggi Negeri ditempuh melalui jalan berliku, dimulai dari tahun 2004. Setelah proposal diajukan pada tahun 2005 Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menolak penegerian Unsam dengan alasan yang sangat klasik, tidak ada anggaran.

Pada tahun 2008 manajemen Universitas Samudra langsa bersama Yayasan Pendidikan Samudra bertandang ke Dikti untuk beraudiensi dengan Dirjen Dikti saat itu dijabat oleh Fasli Jalal. Sejak itu proses penegerian Unsam mulai bergeliat kembali.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.