Kompas.com - 30/09/2022, 13:25 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Universitas Syiah Kuala atau Unsyiah Kuala terus membenahi sistem manajemen risikonya.

Hal itu demi menuju status perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) dalam waktu dekat.

Baca juga: Punya 400 Anggota Tim Bayangan, Pengamat: Nadiem Tak Percaya ASN Kemendikbud

Hal itu disampaikan Rektor Unsyiah Kuala, Prof. Marwan saat membuka Workshop Manajemen Risiko Perguruan Tinggi di Ruang VIP AAC Dayan Dawood, Unsyiah Kuala.

Dia menilai, jika USK menjadi PTN-BH maka ada begitu banyak perubahan tata kelola yang terjadi di kampus ini.

Di antaranya, kewenangan dalam pengelolaan keuangan yang lebih mandiri.

Kondisi ini menuntut USK untuk lebih berhati-hati dalam tata kelolanya agar tidak menyalahi aturan, yang mungkin saja tidak disadari.

"Maka penting sekali pemahaman manajemen risiko yang baik, khususnya bagi yang terlibat dalam program atau kegiatan agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari," ungkap dia dalam keterangannya melansir laman Unsyiah Kuala, Jumat (30/9/2022).

Saat ini, lanjut dia, Unsyiah Kuala sedang mempersiapkan formula tata kelola keuangannya sebaik mungkin, agar terwujud pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel dan transparan.

Baca juga: 3 Kota Terbaik buat Mahasiswa Versi QS WUR 2023, Bandung Nomor 1

Oleh sebab itu, dia menyambut baik workshop ini karena mampu meningkatkan pemahaman atau kompetensi SDM kampus terkait manajemen risiko.

Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Supriyadi menjelaskan, sebuah institusi harus menerapkan tata kelola, risiko, dan kepatuhan.

Pasalnya, saat ini perubahan yang terjadi di dunia begitu cepat, sehingga berpotensi memunculkan banyak risiko.

Hal ini adalah fakta yang tak bisa dihindari, sehingga sebuah institusi harus mampu meminimalisir risiko yang terjadi.

Baca juga: Sosok Alvin, Sarjana Terbaik ITS dengan IPK 3,96

"Karena setiap organisasi pasti punya tujuan. Nah, dalam perjalanannya tentu ada risiko yang menghambat tujuan tersebut. Jadi prinsip tata kelola wajib ada bagi setiap institusi," tukas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.