Kompas.com - 29/09/2022, 19:14 WIB

KOMPAS.com - Semakin dini deteksi autisme dan keterlambatan bicara pada anak, maka semakin cepat pula anak mendapatkan terapi tepat agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Untuk menunjang deteksi dini autisme dan keterlambatan bicara pada anak, Telkom University melalui tim Program Kreativitas Mahasiswa bagian Karsa Cipta (PKM KC) Fakultas Informatika berhasil menciptakan aplikasi Pandas atau Pencegah Disabilitas Autisme dan Speech Delay.

Pandas adalah aplikasi yang diperuntukkan untuk membantu diagnosis dini autisme dan speech delay.

Baca juga: Radio Kayu hingga Sepeda Bambu, Ini Karya Inovatif Alumnus ITB

Orangtua dapat konsultasi daring dengan dokter

Dosen Fakultas Informatika, Gamma Kosala menjelaskan bahwa Pandas memiliki fitur utama yakni fitur asesmen mandiri, fitur chat untuk konsultasi, fitur penerjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Isyarat begitupun sebaliknya dan fitur akses riwayat pasien.

“Pada fitur asesmen mandiri, asesmen yang digunakan yaitu asesmen DDST-II atau Denver kedua serta M-CHAT R. Asesmen DDST-II diperuntukkan untuk identifikasi speech delay sedangkan M-CHAT R untuk identifikasi autisme," jelasnya dilansir dari laman Tel-U.

Lebih lanjut Gamma menjelaskan bahwa asesmen ini telah divalidasi oleh dosen Pendidikan Luar Biasa Universitas Islam Nusantara yaitu Dr. Yoga Budhi Santoso dan praktisi Ahmad Ali Nugroho sebagai terapis wicara di Jalan Cikutra No. 187, Bandung.

Gamma menambahkan bahwa aplikasi ini juga dilengkapi fitur chat langsung dengan dokter, di mana fitur ini dapat diakses oleh pengguna untuk konsultasi ke dokter ketika diagnosis autisme atau diagnosis keterlambatan bicara sang anak menunjukkan hasil risiko tinggi, atau ketika orang tua ingin mengonsultasikan riwayat hasil asesmen anaknya.

“Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter pada fitur ini sampai anak mendapatkan tindakan lanjut. Fitur chat dokter ini sudah dilengkapi dengan pesan cepat. Sebagai tambahan lain, terdapat fitur penerjemahan bahasa isyarat dengan input kamera smartphone.” Jelasnya.

Baca juga: Uang Saku Rp 325 Juta, Ini Cara Daftar Beasiswa Gates Cambridge S2-S3

Fitur ini juga dapat digunakan sebagai pendukung jika asesmen anak terindikasi autisme.

“Anak dan orangtua nantinya dapat mempelajari Bahasa isyarat agar dapat terjalin komunikasi sedari dini, dan tingkat akurasi dari hasil terjemahan ini juga mencapai 95 persen,” Jelasnya.

“Kami masih terus kembangkan aplikasi ini, dan ke depan akan diunggah di playstore,” ucap Gamma.

Anggota tim yang mengembangkan Pandas terdiri dari Nabila Janatri Iswibowo dari Program Studi (Prodi) S1 Data Sains, Yunia Amelia Chairunisa dari Prodi S1 Data Sains, Muhammad Naufal Hawari dari Prodi S1 Informatika, dan Agung Hadi Winoto dari Prodi S1 Data Sains.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.