Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/09/2022, 13:32 WIB
|

KOMPAS.com - FISIP Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY/ UPN Jogja) mengadakan International Autumn Course secara daring, 12-14 September 2022.

Pada kegiatan itu, ada sebanyak 84 mahasiswa dari 7 negara yang turut berpartisipasi. Yakni Rusia, Belarus, Vietnam, Filipina, Malaysia, Pakistan, dan Indonesia.

Sedangkan pembicaranya ialah seorang konten kreator Londo Kampung Dave Jepchott, seniman koreografer Eko Supriyanto, Dosen Hubungan Internasional UPNVY Saptopo Bambang Ilkodar, Dosen Ilmu Komunikasi UPN Jogja Prayudi, dan Dosen Administrasi Bisnis UPN Jogja Adi Suprapto.

Baca juga: UPN Jogja Buka Beasiswa Wimaya 2022, Kuota 400 Mahasiswa

Para pembicara menceritakan bagaimana warisan kebudayaan dan pariwisata di Indonesia bangkit dan berkembang, tidak terkecuali pascapandemi Covid-19.

Rektor UPN Jogja Prof. M. Irhas Effendi dalam sambutannya berharap agar kegiatan ini dapat memberikan perspektif baru terhadap Indonesia dan secara khusus Yogyakarta.

Tak hanya itu saja, ia juga berharap agar kegiatan dapat menciptakan rasa saling mengenal antarbangsa. Rektor UPN Jogja juga turut mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi dalam memulihkan dunia pascapandemi Covid-19.

"Mungkin peserta akan melupakan apa yang dikatakan oleh penyelenggara, tapi saya berharap tidak pernah melupakan apa yang dirasakan saat mengikuti kegiatan," ujar Irhas dalam keterangan tertulisnya.

Sementara Dekan FISIP UPNVY Machya Astuti Dewi menyatakan, meski para peserta dari berbagai negara mengikuti secara daring, tetapi bisa mengikuti rangkaian acaranya.

Baca juga: Bahas Isu Jurnalisme Internasional, Mahasiswa UPN Jogja Kuliah Bersama Sputnik Rusia

"Kami berusaha merencanakan, mengimprovisasi, mengadaptasi, dan inilah hasil kami, mencoba menyajikan pengalaman virtual yang tak terlupakan," terang Machya.

Dekan FISIP juga berharap peserta yang ikut kegiatan tersebut bisa mendapatkan teman dan pengetahuan baru. "Semoga peserta suatu hari nanti menaruh Indonesia dalam list negara yang ingin dikunjungi," imbuhnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+