Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/09/2022, 18:45 WIB

 

KOMPAS.com - Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) menjamin guru yang belum sertifikasi tak perlu antre bertahun-tahun untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, saat ini ada 1,6 juta guru yang sudah bertahun-tahun menunggu tunjangan profesi, tetapi masih harus antre bahkan tidak mendapatkannya hingga pensiun karena belum sertifikasi.

"Jika RUU Sisdiknas berhasil diloloskan maka 1,6 juta guru ini bisa langsung menerima tunjangan. Artinya kesejahteraan meningkat tanpa harus menunggu proses sertifikasi dan mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG)," ucap Nadiem saat temu wicara berjudul "Kupas Tuntas Isu Kesejahteraan Guru dalam RUU Sisdiknas" yang ditayangkan di kanal YouTube Kemendikbud.

Nadiem menjelaskan, dalam UU Guru dan Dosen tahun 2005, guru-guru dan dosen diberi janji untuk menerima TPG, tapi harus antre Pendidikan Profesi Guru (PPG). 

Baca juga: Mengenal Tes Skolastik di SBMPTN 2023, Pengganti Tes Mata Pelajaran

Mekanisme pemberian tunjangan, seperti yang diatur dalam UU Guru dan Dosen sulit diimplementasikan.

Hal itu karena kapasitas Program profesi Guru (PPG) sebagai acuan pemberian tunjangan sangat terbatas.

"Rata-rata, pemerintah menerima guru yang mengikuti program PPG sebanyak 60 hingga 70 ribu per tahun. Itu pun dibagi dua. Untuk guru-guru baru, yang menggantikan guru-guru pensiun, dan untuk guru-guru (dalam jabatan) yang sudah mengantre lama untuk sertifikasi melalui PPG," ucap Nadiem.

Jika mekanisme itu tetap dilakukan, maka akan banyak guru yang sampai pensiun tidak akan memperoleh sertifikasi guru yang artinya tidak akan mendapatkan penghasilan yang layak.

“Jika mengikuti peraturan lama ada disebut tunjangan profesi, maka para guru akan menunggu lebih dari 20 tahun,” ungkap Nadiem.

Mengapa sertifikasi PPG tidak langsung segera diberikan kepada guru? Itu karena ibarat sertifikat profesi pendidik, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+