Kompas.com - 19/08/2022, 13:11 WIB

KOMPAS.com - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Agus Pramusinto bersama dengan 28 ilmuwan internasional dari berbagai bidang studi dan kepakaran akan mementori peneliti Indonesia selama sembilan bulan ke depan dalam program Science Leadership Collaborative.

Program ini diberikan dalam rangka mendukung peneliti Indonesia menjadi pemimpin sains kelas dunia di masa yang akan datang, termasuk untuk Indonesia Emas 2045.

Selain Prof. Agus, beberapa ilmuwan yang menjadi mentoring berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Skotlandia, Australia dan Jerman.

Baca juga: Erick Thohir Sebut 9 Pekerjaan Bakal Hilang di 2030, Ada Pekerjaanmu?

Prof. Agus adalah dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM. Riset-riset yang telah ia lakukan banyak berkontribusi di bidang desentralisasi, pemerintahan lokal, serta reformasi dan inovasi sektor publik di Indonesia.

Saat ini, Prof. Agus juga menjabat sebagai ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Ketua Asosiasi Ilmu Administrasi Negara/Publik Indonesia.

Pada peneliti muda Indonesia, Prof. Agus menyampaikan, harus memiliki semangat dan konsistensi dalam bidang ilmu yang mereka geluti.

Namun, yang tidak kalah penting menurutnya adalah tidak mudah berputus asa dalam memublikasikan tulisan hasil riset mereka masing-masing di berbagai jurnal internasional.

“Kita harus memiliki passion di bidang yang kita geluti. Kita harus mencintai bidang yang menjadi denyut nadi hidup kita sehari-hari. Dalam dunia penulisan, kita harus tahan banting ketika tulisan kita dikembalikan untuk diperbaiki. Masih banyak peneliti kita yang merasa bahwa sekali menulis harus langsung publikasi. Ketika diminta memperbaikinya, banyak yang menyerah dan tidak mau melanjutkan untuk memperbaiki dan mempublikasikan,” ungkapnya dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada.

Baca juga: 5 Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia 2022 dan Biaya Kuliahnya

Meski demikian, lanjut dia, peneliti muda Indonesia menurutnya perlu menekankan pentingnya kolaborasi dalam memecahkan persoalan sosial di masyarakat.

“Riset multidisiplin sangat diperlukan dan harus didorong terus-menerus. Karya publikasi harus diikuti dengan perubahan sistem penilaian yang tidak hanya menekankan linearitas seperti sekarang ini,” jelasnya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.