Kompas.com - 18/08/2022, 18:33 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikbud Ristek, meluncurkan secara resmi Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) edisi V pada Kamis (18/8/2022) di Kantor Badan Bahasa, Jakarta.

Peluncuran ini diklaim sebagai bentuk komitmen Badan Bahasa dalam memberikan layanan kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Alasan penggunaan kembali nama EYD karena istilah tersebut telah muncul sejak lama sehingga dinilai melekat di lidah dan mengendap di telinga masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, pada edisi IV, ejaan ini dikenal dengan nama Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang berlaku sejak tahun 2015.

Baca juga: Dua Tahun Terakhir, Badan Bahasa Optimalkan Produk dan Layanannya

“Berdasarkan berbagai pertimbangan karena orang sudah begitu melekat mendengar istilah EYD itu, sudah tahu apa yang dimaksud, maka kita kembali ke nama EYD,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa E. Aminudin Aziz, Kamis (18/8/2022) di Kantor Badan Bahasa, Jakarta.

Jika dihubungkan dengan sejarahnya, peluncuran EYD edisi V ini bersamaan dengan 50 tahun penetapan EYD edisi I, yaitu 16 Agustus 1972. Kemudian, berubah menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi II pada 1987 dan edisi III tahun 2009.

Perkembangan terus berlangsung hingga pemberlakuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) edisi IV pada 2015.

“Kalau kita cek kepada para pengguna bahasa, seberapa kenal dengan PUEBI, maka orang akan lebih mengenal istilah EYD ketimbang PUEBI,” kata Aminudin.

Baca juga: Dukung Literasi Nasional, Badan Bahasa Kirim Lebih dari 2,5 Juta Buku ke Daerah 3T

Terdapat tujuh perubahan penting pada edisi V ini, yaitu penambahan kaidah baru, perubahan kaidah yang telah ada, perubahan redaksi, pemindahan kaidah, penghapusan kaidah, perubahan contoh, dan perubahan tata cara penyajian isi.

Dilihat dari persentase secara keseluruhan, perubahan yang terjadi dalam edisi terbaru ini lebih dari 50 persen.

Adapun mengenai penggunaannya, masyarakat bisa mengakses EYD edisi V melalui aplikasi web dan ponsel di laman ejaan.kemdikbud.go.id. Dengan demikian, diharapkan kemudahan dan keluasan jangkauannya bisa lebih terjamin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.