Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/08/2022, 15:45 WIB
Mahar Prastiwi

Penulis

KOMPAS.com - Jurusan ilmu kedokteran forensik menjadi salah satu bidang ilmu yang bisa dipilih para mahasiswa Kedokteran saat mengambil spesialis.

Meski banyak dibutuhkan, namun peminat jurusan forensik ini terbilang sedikit. Hal ini disebabkan anggapan masyarakat yang menilai dokter spesialis forensik hanya berkutat dengan mayat saja.

Melansir dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (18/8/2022) dokter spesialis forensik dan medikolegal adalah dokter spesialis yang memiliki kemampuan mengelola barang bukti medis.

Barang bukti medis ini bisa berupa benda-benda biologis manusia yang hidup maupun yang sudah meninggal dunia untuk dijadikan alat bukti hukum.

Baca juga: Hanya Ada 1 di Indonesia, Yuk Kenali Prodi Kedokteran Penerbangan UI

Termasuk melacak bagian-bagian tubuh untuk kepentingan identifikasi.

Bagi mahasiswa kedokteran yang belum menentukan program apa yang akan diambil untuk menjadi dokter spesialis, simak informasi mengenai spesialis forensik berikut ini.

Keunggulan spesialis forensik

Lulusan program studi ini dengan mengacu pada evidence based medicine akan dipergunakan pada bidang peradilan.

Lulusan jurusan ilmu kedokteran forensik memiliki kemampuan membantu, membuat terang dan jelasnya suatu perkara hukum terhadap barang bukti peradilan medis manusia baik yang hidup maupun yang mati.

Baca juga: PT Triputra Agro Persada Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan D3-S1

 

Bagian-bagian tubuh manusia, maupun benda-benda biologis manusia.

 

Kompetensi di bidang Identifikasi Forensik akan dipergunakan dalam kegiatan operasi Disaster Victims Identification (DVI) pada bencana dengan korban massal.

Prospek karier spesialis forensik

Hingga tahun 2019 di seluruh Indonesia, jumlah Dokter Spesialis forensik dan Medikolegal tercatat hanya 180 orang.

Sementara cakupan layanan adalah seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian keahlian ini masih sangat dibutuhkan.

Baca juga: Dosen UM Surabaya Ungkap Strategi Cegah Penyakit DBD

Kekurangan jumlah keahlian ini terutama akan sangat terasa pada saat terjadi bencana dengan korban massal dimana operasi DVI harus dilakukan.

Layaknya rumah sakit di setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu dokter spesialis Forensik dan Medikolegal untuk memperbesar cakupan layanan keforensikan.

Dengan demikian, para lulusan baru berkesempatan untuk berkarier di rumah sakit kabupaten/kota atau bisa juga berkarier melalui kepolisian Republik Indonesia di Rumah Sakit Polri.

Disamping itu dokter spesialis forensik dan Medikolegal juga dapat berkarier sebagai dosen di fakultas kedokteran (FK). Masih banyak FK (terutama swasta) di Indonesia yang belum memiliki dosen kedokteran forensik sendiri.

Baca juga: Kenali Sejarah OSIS, Fungsi hingga Manfaatnya bagi Siswa

Jurusan ilmu kedokteran forensik ini tersedia di sejumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Mulai dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Hasanuddin (Unhas) dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com