Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profesor IPB: Tempe Jenis Makanan Baik bagi Penderita Diabetes

Kompas.com - 11/07/2022, 12:15 WIB
Dian Ihsan

Penulis

KOMPAS.com - Tempe merupakan makanan asli Indonesia yang menyimpan sejuta manfaat kesehatan.

Hal itu berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Dosen IPB dari Fakultas Teknologi Pertanian, Prof. Made Astawan.

Baca juga: Sering Minum Kopi? Ini 5 Dampaknya Kata Pakar Kesehatan UM Surabaya

Salah satu manfaat yang bagus dari tempe adalah memiliki efek positif terhadap peningkatan kesehatan, terutama dalam pengendalian dan pencegahan penyakit diabetes mellitus (DM).

Dia mengambil sampel tempe dari Rumah Tempe Indonesia. Tempe produksi ini sudah mendapatkan berbagai sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM), hingga sertifikasi halal.

Adapun eksperimen ini menggunakan tikus yang menderita diabetes sebagai hewan coba.

Dia menjelaskan, penelitian tersebut mengungkapkan aktivitas hipoglikemik pada tempe kedelai berkecambah (GST) dan tidak brekecambah (NST).

Kandungan protein pada kedua jenis tempe ini lebih tinggi dibandingkan kedelai murni.

Peningkatan kandungan protein ini disebabkan oleh proses germinasi dan fermentasi.

Berdasarkan perbedaan komposisi kimianya, lanjutnya, kandungan protein dan serat kasar lebih tinggi pada tempe GST, akibat proses germinasi.

Sedangkan pada NST, memiliki kandungan fenilalanin dan leusin lebih tinggi daripada GST.

Namun, tidak ada perbedaan nyata yang ditemukan pada kandungan insulitropic Amino Acid pada keduanya.

Baca juga: Psikolog UM Surabaya: Ini 4 Dampak Saat Bangun Tidur Langsung Buka HP

"Insulitropik amino acid ini memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang dapat memicu sel beta pada pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak. Hal ini baik bagi penderita diabetes," ucap dia melansir laman IPB, Senin (11/7/2022).

Menurut dia, aktivitas antidiabetes oleh antioksidan ini dapat melindungi sel beta pankreas dari paparan radikal bebas dan menghambat penyerapan glukosa.

Aksi lainnya adalah dengan menghambat inhibiting alfa amilase and alfa glukosidase yang dapat menghambat pencernaan pati.

Hasilnya, terjadi penurunan kadar gula darah.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com