Kompas.com - 20/06/2022, 17:30 WIB

KOMPAS.com - Kebijakan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) Tahun 2022 akan mengalami revisi melalui Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Abdul Kahar mengatakan bahwa revisi atas kebijakan KIP Kuliah tahun 2021 ini dilakukan dalam rangka mengawal dan mendampingi pengelolaan KIP Kuliah agar semakin baik.

Diungkapkan Abdul Kahar, revisi kebijakan itu didasari beberapa hal, pertama ialah jumlah sasaran penerima dan jumlah pendaftar yang jauh berbeda.

Hingga 16 Juni 2022, jumlah pendaftar KIP Kuliah sudah mencapai 758.300 orang. Meski begitu, sasaran penerima KIP Kuliah Tahun 2022 tidak bertambah bila dibanding tahun 2021, yakni 185.000 mahasiswa.

Baca juga: KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN-PTS 2022 Dibuka, Kuliah Gratis sampai Lulus

“Mayoritas pendaftar sampai saat ini adalah yang mengikuti seleksi di perguruan tinggi negeri, utamanya jalur SNMPTN dan SBPMTN belum yang akan ikut seleksi jalur mandiri dan jalur perguruan tinggi swasta (PTS) yang prosesnya seleksinya masih panjang sesuai jadwal penerimaan di masing-masing PTS," ungkap Abdul Kahar pada kegiatan Bimbingan Teknis Program KIP Kuliah Tahun 2022 di Jakarta, pekan lalu.

Bagi siswa yang ingin mendaftarkan KIP Kuliah untuk jalur Mandiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN), pendaftaran masih dibuka sejak 1 Juni 2022 hingga 7 Oktober 2022. Untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dibuka sejak 08 Juni 2022 hingga 31 Oktober 2022.

Kedua, adanya perbandingan yang jauh sekali antara jumlah sasaran penerima KIP Kuliah dengan jumlah siswa pemilik KIP jenjang dikdasmen yang kemungkinan besar akan daftar KIP jenjang pendidikan tinggi atau KIP Kuliah.

“Jumlah siswa pemilik kartu KIP jenjang pendidikan menengah yang daftar itu ada sekitar 1,1 juta siswa, jauh sekali perbandingannya dengan jumlah sasaran penerima KIP Kuliah yang hanya 185.000," kata Abdul Kahar.

Baca juga: Klarifikasi LTMPT Terkait Dugaan Kebocoran Soal UTBK SBMPTN 2022

Padahal, lanjutnya, target penerima KIP Kuliah itu 50 persennya adalah pemilik kartu KIP jenjang pendidikan menengah yang memang menjadi prioritas utama penerima KIP Kuliah.

Sisanya, masuk melalui jalur lain, yakni siswa yang tidak memiliki kartu KIP jenjang pendidikan menengah namun terdaftar di Program Keluarga Harapan (PKH) dan pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.