Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/06/2022, 16:11 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Yogyakarta kaya akan sumber daya alam, salah satunya ialah tanaman singkong. Sebagian besar masyarakat lebih sering memanfaatkan bagian umbinya, sedangkan bagian kulit kerap dibuang.

Padahal, di dalam per 100 gram kulit singkong sendiri terdapat kandungan gizi berupa kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat dan air. Persentase kulit singkong kurang lebih sebesar 20 persen dari umbi singkong.

Guna memanfaatkan kulit singkong yang bergizi namun sering dilupakan, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memanfaatkan euphoria kuliner mie dengan membuat mie dari kulit singkong.

Baca juga: ITB Ciptakan Bensin dari Minyak Kelapa Sawit, Sukses Uji Coba

Tersedia dalam bentuk mie rebus dan mie goreng

Mereka adalah Widakdo dari prodi biologi, Rahayu Iswanti prodi kimia, Vina Marfu’ah prodi pendidikan sosiologi, Wahyu Karunia Putra prodi pendidikan teknik mesin dan Silviani Dian Aisya prodi akuntansi yang tergabung dalam Family of Mahadiksi UNY (Fomuny).

Kelimanya membuat mie dari kulit singkong dengan varian mie rebus dan mie goreng.

Hal ini sesuai dengan target market kelompok Fomuny yang mendapat dana Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Menurut Widakdo, ia dan tim membuat mie dari singkong yang disingkat Miesi.

“Mie singkong ini akan kami olah dengan beberapa varian seperti mie goreng atau mie rebus dengan rasa pedas,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/6/2022).

Harapannya, Miesi menjadi pioner mie pedas sehat pertama di Indonesia yang berasal dari olahan kulit singkong sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan berwawasan bio bisnis.

Baca juga: Kemendikbud Ajak Mahasiswa Daftar Klub Literasi Sekolah, Dapat 20 SKS

Mengurangi limbah kulit singkong

Rahayu menambahkan bahwa mie ini dibuat dari olahan kulit singkong untuk meminimalisasi limbahnya.

“Awalnya kulit singkong kami olah dulu menjadi tepung, baru kami buat menjadi mie.” kata Rahayu.

Tepung singkong ini lazim juga disebut tepung mocaf yang memiliki nilai karbohidrat cukup tinggi dan cocok untuk penderita autis yang alergi terhadap gluten karena tepung mocaf tidak mengandung gluten.
Sehingga, Miesi aman untuk dikonsumsi anak autis atau penderita diabetes.

Wahyu Kurnia Putra mengatakan pembuatan mie singkong diawali dengan pengolahan kulit singkong menjadi tepung.

Caranya, pertama kupas kulit singkong dan bersihkan lendirnya dengan air dan digosok-gosok. Kemudian potong tipis-tipis singkong dengan pisau atau alat pencacah hingga berbentuk seperti keripik atau chips, rendam dalam air bersih selama 3 hari.

Ganti air setiap 24 jam. Angkat rendaman, tiriskan lalu jemur chips sampai kering dengan kadar air 10-12 persen. Tumbuk atau giling chips kering lalu diayak hingga halus. Tepung singkong siap dibuat mie.

Baca juga: Kemendikbud Buka Lowongan Kerja Magang, Cek Formasi dan Cara Daftar

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com