Kompas.com - 27/05/2022, 15:15 WIB

KOMPAS.com - Pernahkah kamu merasa kesulitan dalam mengatur keuangan? Uang cepat habis padahal uang saku sudah hampir habis atau ada barang yang belum terbeli? mungkin kamu harus mempelajari tentang literasi keuangan.

Literasi keuangan bermanfaat untuk membuat kamu melek finansial. Melek finansial berarti memahami bagaimana mengelola uang, melunasi hutang, perlu atau tidaknya asuransi, menyiapkan tabungan pensiun, pajak, hingga produk keuangan seperti kredit dan pinjaman.

Dengan keadaan melek finansial, kamu dapat menggunakan produk keuangan tersebut untuk mencapai stabilitas ekonomi dan keuangan.

Sayangnya, sejak di bangku sekolah, mayoritas generasi muda Indonesia tidak menerima pengajaran formal untuk topik finansial, seperti bagaimana cara menabung, mengatur pengeluaran, mengetahui kebutuhan dan keinginan, dan lain-lain.

Baca juga: Mahasiswa Butuh Modal Usaha? Ini Syarat Dapat Dana hingga Rp 20 Juta

Padahal ini merupakan bentuk sederhana untuk memahami literasi keuangan. Imbasnya, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tergolong rendah.

Sebagai bukti rendahnya literasi keuangan di Indonesia, Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat besarnya kerugian masyarakat akibat investasi bodong.

SWI menyebut, total kerugian masyarakat akibat investasi bodong mencapai hingga Rp 117 triliun sepanjang periode 2011-2021.

Tak ingin kejadian serupa terjadi di masa depan, Ternak Uang, sebuah platform edukasi yang berfokus di bidang keuangan dan investasi berinisiatif menggelar Ternak Uang (TU) for Students.

Pelatihan gratis

Ternak Uang (TU) for Students merupakan program pelatihan keuangan, mulai dari personal finance, produk investasi, sampai dengan business & career, yang secara terbuka diadakan untuk seluruh pelajar di Indonesia.

Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Beasiswa Indonesia Maju, Kuliah Gratis S1-S2

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai keuangan dan investasi kepada masyarakat khususnya generasi muda, agar tidak mudah terjebak pada perilaku konsumtif akibat peer pressure, influencer, dan faktor-faktor lainnya.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.