Kak Seto Kritik Istilah "Wajib Belajar": Sekolah adalah Hak, Bukan Kewajiban

Kompas.com - 27/05/2022, 13:24 WIB

KOMPAS.com - Psikolog anak, Seto Mulyadi menjelaskan soal perkembangan minat masyarakat terhadap homeschooling. Menurutnya, telah terjadi salah pemaknaan terhadap homeschooling.

Ia menyatakan bahwa tak jarang stigma masyarakat beranggapan bahwa homeschooling itu maknanya sekolah di rumah.

Padahal, lanjut dia, makna sebenarnya adalah "school" yang "homey" di mana homeschooling juga memiliki gedung sekolah yang nyaman seperti di rumah.

“Tak jarang stigma masyarakat beranggapan bahwa homeschooling itu maknanya sekolah di rumah. Padahal, makna sebenarnya adalah school yang homey. Kami juga memiliki gedung sekolah yang nyaman berbasis komunitas,” ujarnya pada acara Jakarta Marketing 2022, sesi CIEL for Homeschooling, pekan lalu.

Baca juga: Tanpa Hukuman, Ini Cara Sukses BPK Penabur Latih Kedisiplinan Siswa

Itulah mengapa, perkembangan minat masyarakat terhadap homeschooling cukup baik.

“Dilihat dari perkembangan model school-nya, Home Schooling ini berkembang sangat cepat, belum banyak dikenal masyarakat tapi sudah dijadikan pilihan, bahkan solusi dari permasalahan anak-anak kita," ujar Kak Seto.

Bagi kak Seto, dengan homeschooling anak bisa belajar bisa kapan saja dan di mana saja dengan siapa saja. Hal ini ditegakkan sejak 15 tahun yang lalu bahwa belajar adalah hak dan bukan kewajiban.

Wajib belajar kami kritisi, seolah-olah ada tekanan. Anak didik kita berhak belajar yang nyaman, sesuai dengan konsep homeschooling yang kami kembangkan,” tegas Kak Seto.

Hal ini didukung oleh Jacky Mussry selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc. Menurutnya, ia mengatakan sekolah perlu mengajarkan bagaimana menjadi orang yang baik dan berguna.

“Saya lihat semua sekolah sekarang sudah mendidik value, terus terang saya mempertimbangkan sekolah adalah yang mengajarkan gimana jadi orang yang baik dan berguna terlepas bagaimana sistem pendidikannya," paparnya.

Baca juga: 5 Cara Efektif Hadapi Anak Malas Belajar, Bukan Dimarahi

Jacky menilai faktor esensial yang perlu ditanamkan tenaga pendidik dan keluarga.

“Salah satu nilai penting, tapi tidak segalanya, adalah bagaimana seseorang bisa menentukan masa depannya sendiri," imbuh Jacky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.