Abdul Halim Fathani
Dosen

Pemerhati Pendidikan. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang (UNISMA).

Belajar Matematika, Belajar Ilmu Kehidupan

Kompas.com - 22/05/2022, 07:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SETIAP individu, di antara kita, pasti pernah belajar Matematika. Baik belajar Matematika secara formal di sekolah, perguruan tinggi atau secara informal yang langsung diperoleh dari kehidupan riil di masyarakat sehari-hari.

Perihal belajar Matematika –sampai saat ini– kita masih memiliki pandangan yang beragam.

Secara umum, paling tidak ada tiga kelompok persepsi, yakni pihak yang merasakan nyaman belajar dan sangat merindukan Matematika.

Lalu ada yang menganggap biasa-biasa saja dan kelompok yang antipati terhadap Matematika. Kelompok antipati menganggap Matematika sulit sekaligus menakutkan.

Apapun persepsi yang berkembang di masyarakat tersebut, kita semua tentu sepakat bahwa belajar Matematika itu –tetap- penting.

Dulu, peserta didik di sekolah setiap kali menjelang kelulusan sekolah pasti harus melewati Ujian Nasional (UN), termasuk di dalamnya ada ujian bidang studi Matematika.

Saat ini, sejak era merdeka belajar, penilaian menggunakan istilah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

Tidak hanya itu, fakta yang tidak mungkin dipungkiri terkait pentingnya belajar Matematika adalah, adanya perkembangan sains dan produk teknologi yang –hari ini- telah nyata mengiringi aktivitas kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

Teknologi sudah semakin canggih, yang tentu dapat membantu mempermudah urusan kehidupan manusia.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.