Kompas.com - 13/05/2022, 15:53 WIB
Upacara Hardiknas 2022 diikuti oleh 252 peserta secara luring dengan mengenakan pakaian adat dan protokol ketat. Dok. Kemendikbud RistekUpacara Hardiknas 2022 diikuti oleh 252 peserta secara luring dengan mengenakan pakaian adat dan protokol ketat.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 hari ini, Jumat (13/5/2022).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim hadir sebagai pemimpin upacara Hardiknas yang sempat ditunda menyesuaikan hari libur dan cuti bersama Idul Fitri. Setiap tahun, Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Mendikbud Ristek Nadiem mengenakan pakaian adat dari Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan corak bernuansa emas dan biru.

Upacara Hardiknas tahun ini diikuti oleh 252 peserta secara luring dengan mengenakan pakaian adat dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Beasiswa Indonesia Maju, Kuliah Gratis S1-S2

Upacara Hardiknas tahun ini juga menghadirkan beberapa kekayaan Indonesia seperti budaya tenun, minuman dari rempah yang biasa dikenal dengan nama jamu, tempe yang telah dibudayakan masyarakat Jawa sejak abad ke-16 Masehi hingga pertunjukan seni Reog Ponorogo dari Paguyuban Reog Ponorogo Jabodetabek.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengenakan pakaian adat dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Dok. Kemendikbud Ristek Bertindak sebagai Pembina Upacara, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengenakan pakaian adat dari Flores, Nusa Tenggara Timur.

Terus bergerak untuk Merdeka Belajar

Dalam pidatonya Nadiem menyampaikan bahwa Indonesia kini lebih tangguh dari semua tantangan.

“Hari ini adalah bukti, kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan,” ujar Nadiem seperti dilansir dari laman Kemendikbud Ristek.

"Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Pada masa Pandemi Covid-19, Kemendikbudristek menghadirkan Kurikulum Merdeka untuk membantu guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Upaya tersebut mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini, Kurikulum Merdeka akan diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Mahasiswa Berwirausaha? Dapatkan Bantuan Dana Kemendikbud di P2MW

“ltu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia akan belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan,” terangnya.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.