Kompas.com - 13/04/2022, 17:36 WIB
Pembelajaran Tatap Muka dengan kapasitas 100 persen di SMA 78 Jakarta dimulai hari ini, Kamis (7/4/2022). Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARIPembelajaran Tatap Muka dengan kapasitas 100 persen di SMA 78 Jakarta dimulai hari ini, Kamis (7/4/2022).
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Angka kasus sebaran Covid-19 yang mengalami penurunan menjadi momentum untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen secara nasional dan serentak oleh seluruh lembaga pendidikan.

Demi menyukseskan pelaksanaan PTM 100 persen, maka perlu mendapatkan dukungan dari para orangtua siswa dan tenaga pendidik.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Buka 758.018 Formasi Guru PPPK 2022, Ayo Daftar

Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kurniawan menjelaskan, Kemendikbud Ristek mendukung penerapan PTM 100 persen dengan mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan capaian pembelajaran.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PTM terbatas, dari total 55 juta peserta didik usia 6 tahun ke atas sebanyak 88 persen (48,32 juta) sudah menerima vaksinasi dosis 1 dan 71 persen (39,06 juta) sudah lengkap menerima dosis 2.

Selain itu, Kemendikbud Ristek telah mencabut Surat Edaran terkait diskresi PTM.

Diskresi itu tertuang dalam Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 22 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaran Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

"Kami sangat berharap pendidik dan tenaga pendidikan harus sehat, salah satunya mereka telah divaksin. Keselamatan dan kesehatan harus bisa dijalankan dengan baik," kata Kurniawan dalam keterangannya, Rabu (13/4/2022).

Ketentuan pelaksanaan PTM 100 persen mengacu SKB 4 Menteri, di antaranya, capaian vaksinasi dosis 2 bagi pendidik dan tenaga kependidikan lebih dari 80 persen.

Capaian vaksinasi lansia dosis 2 di atas 50 persen dan vaksinasi peserta didik terus berlangsung. Jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas.

Terakhir, lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran tiap harinya.

Baca juga: Kasus Pengeroyokan Ade Armando, Begini Kata Pakar UB

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.