Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minyak Telon Inovasi Alumnus UGM Raih Rekor MURI

Kompas.com - 16/03/2022, 07:49 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Dua alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) punya inovasi menarik. Bahkan inovasi berupa minyak telon itu mampu meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Mereka berdua yakni Novita Anggraeni (alumnus Fakultas Geografi UGM) dan Nur Rokhma Azzizah (alumnus Fakultas Kehutanan UGM) mampu menggabungkan minyak telon dengan aromatik kekinian.

Adapun produk yang diberi nama Habbie itu memperoleh rekor MURI sebagai minyak telon dengan aroma terbanyak dan telah resmi masuk dalam MURI di Semarang, Jawa Tengah, sejak 4 Maret 2022.

Baca juga: Penelitian Mahasiswa S3 UGM: Sirih Merah Percepat Penyembuhan Luka

Rekor MURI sendiri diserahkan secara langusng oleh Ari Andriani (Ketua MURI Semarang) pada 4 Maret 2022.

"Habbie memperoleh Rekor Dunia karena Habbie satu-satunya minyak telon yang memiliki varian terbanyak," ujar Ari Andriani dikutip dari laman UGM, Selasa (15/3/2022).

Lestarikan warisan Indonesia

Dijelaskan, produk perawatan bayi lokal yang diproduksi di Bantul D.I. Yogyakarta itu punya 30 varian aroba dengan wewangian berasal dari seluruh dunia.

Menurut Novita, melalui produknya, dua alumni UGM ini berupaya melestarikan warisan Indonesia berupa minyak telon.

Produk yang dikembangkan sejak tiga tahun silam ini menggabungkan aroma tradisional dari telon serta aromatik kekenian.

"Minyak telon merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang sudah ada sejak lama di Indonesia, tetapi kami ibu-ibu milenial kurang menyukai aroma minyak telon pada umumnya," tutur Novita.

Adapun produknya dikemas sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan ibu dan anak.

Selain sebagai bentuk inovasi, produk yang mereka hasilkan diharapkan menjadi pengganti parfum yang sebenarnya tidak baik untuk kulit karena kandungan alkohol di dalamnya.

Baca juga: Di Webinar UGM, Menkes: Pandemi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan Tangguh

"Kami melihat telon ini sebagai aromatik sebagai pengganti parfum yang aman, sehingga aman untuk digunakan oleh bayi, orang tua, dan kalangan lainnya," tambahnya.

Sedangkan menurut Rokhma, timnya akan terus mengembangkan produknya dan terus melakukan inovasi-inovasi guna menginspirasi dan menghasilkan produk yang terbaik untuk anak dan Ibu di Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com