Kompas.com - 23/02/2022, 21:25 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Baru saja dunia jagad maya dihebohkan dengan potongan video ayah Atta Halilintar, yakni Halilintar Anofial Asmid yang melarang sang menantu, Aurel Hermansyah untuk melahirkan secara caesar.

Alasannya, karena bila Aurel operasi caesar, maka Atta tidak bisa punya anak banyak.

Baca juga: JHT Cair di Usia 56 Tahun, Profesor Unair: Bikin Pekerja Makin Miskin

Namun, pendapat ayah Atta soal operasi caesar menuai banyak kecaman publik.

Lantas, bagaimana tanggapan medis terkait hal ini?

Dosen Kebidanan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rizka Adela Fatsena berpandangan, kalimat yang dilontarkan oleh ayah Atta perlu ditilik kembali.

Sebab, memang ingin memiliki berapa anak? Lebih dari satu saja sudah dikatakan banyak.

Lalu, keputusan memiliki momongan dan memilih caesar atau normal merupakan keputusan paling utama dari sang ibu dan pasangannya.

"Jika memang Atta dan Aurel ingin memiliki anak sebanyak orangtua Atta, maka keputusan untuk selalu memilih operasi caesar bukan sebuah opsi yang pas. Walaupun tidak ada batasan khusus berapa kali seorang wanita boleh menjalani operasi caesar," ujar dia melansir laman UNS, Rabu (23/2/2022).

Rizka menegaskan, semakin banyak operasi caesar yang dilakukan, akan meningkatkan risiko pada ibu dan bayi.

Seperti mengalami pendarahan hebat pada ibu bahkan menimbulkan kematian atau bayi lahir prematur.

Baca juga: 16 Kampus Terbaik Versi QS WUR 2022, Jadi Acuan di SNMPTN dan SBMPTN

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.