Kompas.com - 23/02/2022, 11:08 WIB

KOMPAS.com - Sebanyak 718 bahasa daerah yang tersebar di 34 provinsi terancam punah. Bahkan 11 bahasa daerah sudah dinyatakan punah.

Tak ingin bahasa daerah terus terkikis, Kemendikbud Ristek meluncurkan program Revitalisasi Bahasa Daerah yang merupakan program Merdeka Belajar episode 17.

Jumlah bahasa daerah yang akan menjadi objek revitalisasi tahun sebanyak 38 bahasa daerah yang tersebar di 12 provinsi.

Di antaranya Sumatera Utara (Sumut), Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

 Baca juga: Khusus SMA, Ini Bedanya Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Sebelumnya

Sasaran kebijakan ini adalah komunitas tutur, siswa, guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Namun secara spesifik ada sekitar 1,5 juta siswa di lebih dari 15 ribu sekolah yang menjadi target.

Untuk itu, Kemendikbud Ristek merancang 3 model revitalisasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Di antaranya sebagai berikut:

Model A

Di mana karakteristik daya hidup bahasanya masih aman, jumlah penuturnya masih banyak, dan masih digunakan sebagai bahasa yang dominan di dalam masyarakat tuturnya.

Pendekatan yang dilakukan pada model A ini adalah pewarisan dilakukan secara terstruktur melalui pembelajaran di sekolah (berbasis sekolah).

"Contohnya Bahasa Jawa, Sunda, dan Bali," ujar Menteri Nadiem.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.