Kompas.com - 11/02/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Pemerintah Daerah, baik itu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan bekerja sama dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) dan tingkat kegemaran membaca masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriani, menyatakan IPLM dan tingkat kegemaran membaca di provinsinya meningkat pada 2021, dibandingkan tahun 2020. Dia menjelaskan, hal ini merupakan hasil kerja dari pemerintah daerah yang didukung oleh Perpusnas.

"Dari tahun 2020 sebesar 13,63, tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 14,57. Untuk tingkat kegemaran membaca mengalami peningkatan dari 52,38 persen meningkat menjadi 55,84 persen," paparnya dalam audiensi ke Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas (10/2/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, beserta jajaran menerima kunjungan Bapak/Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Paser Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Syarif Bando menjelaskan Perpusnas mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Secara moral saya ditugaskan selaku kepala lembaga non kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, untuk menjelaskan pentingnya membaca dalam mendukung RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) pemerintah 2020—2024 terutama untuk peningkatan kualitas SDM," ujar Syarif Bando.

Perubahan paradigma perpustakaan

Dia menggambarkan, saat ini, masyarakat memasuki era teknologi dengan perubahan yang sangat cepat.

Seiring hal tersebut, perpustakaan juga harus melakukan perubahan paradigma di mana fungsinya sebesar 10 persen untuk manajemen koleksi, 20 persen untuk manajemen pengetahuan, dan 70 persen transfer pengetahuan.

Baca juga: Dukung Literasi Keuangan Generasi Sandwich, Astra Life Gelar #BetterSandwichGen Masterclass Sepanjang 2021

"Kalau ini tidak dilakukan, sudah lama orang meninggalkan perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi tentang buku-buku di rak, tapi bagaimana orang yang tidak bisa mendapatkan uang didampingi agar dia mendapatkan uang dengan buku-buku ilmu terapan," jelasnya.

Selanjutnya, Syarif Bando menyampaikan pentingnya membaca dan pembangunan literasi dalam konstelasi kepentingan global. Literasi saat ini tidak hanya bisa ditafsirkan sebagai kemampuan dasar membaca dan menulis.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.