Kompas.com - 11/02/2022, 14:51 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim secara resmi meluncurkan Kurikulum Merdeka sebagai nama baru dari Kurikulum Prototipe, Jumat (11/2/2022).

Nadiem menekankan, satuan pendidikan atau sekolah kini diberikan kebebasan untuk memilih kurikulum yang akan digunakan dan tidak ada paksaan.

Pilihan pertama ialah menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh, pilihan kedua menggunakan Kurikulum Darurat yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan, atau pilihan ketiga adalah Kurikulum Merdeka.

"Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahapan kesiapan dirinya menggunakan Kurikulum Merdeka," ujar Nadiem dalam peluncuran "Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar."

Baca juga: Kemendikbud Buka Beasiswa bagi Guru-Kepala Sekolah SD-SMA 2022

Kurikulum Merdeka efektif kejar ketertinggalan pembelajaran

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan sejumlah kendala dalam dunia pendidikan. Krisis pembelajaran yang ada menjadikan pendidikan semakin tertinggal dengan hilangnya pembelajaran (learning loss).
Termasuk meningkatnya kesenjangan pembelajaran antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi.

Karena itu, Nadiem menekankan pentingnya penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat).

“Penyederhanaan kurikulum darurat ini efektif memitigasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19,” terangnya.

Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus, kata Nadiem, semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif.

Baca juga: Nadiem Perjuangkan 4 Agenda Prioritas Pendidikan di G20, Apa Saja?

Arah perubahan kurikulum yang termuat dalam Merdeka Belajar Episode 15 ini, lanjut dia, adalah struktur kurikulum yang lebih fleksibel, fokus pada materi yang esensial, memberikan keleluasan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik, serta aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.

Nadiem mengajak semua pihak untuk bergerak bersama mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.