Kompas.com - 04/02/2022, 20:08 WIB

KOMPAS.com – Grants Manager Tanoto Foundation Fransisca Rina Wulandari memaparkan, pihaknya telah melakukan studi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendalami masalah pemberian makan bayi dan anak (PMBA) serta mencari solusi bersama masyarakat.

Adapun beberapa provinsi yang masuk dalam wilayah penelitian antara lain Sumatera Barat, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.

“Kami ingin melihat perilaku kunci pemberian makan bayi dan anak usia enam sampai 23 bulan serta ibu pada kelompok populasi yang berbeda,” papar Fransisca dalam Web Seminar (Webinar) Hari Gizi Nasional ke-62 bertema “Cegah Stunting Selalu Penting” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kamis (3/2/2022).

Ia mengatakan, lokasi studi dipilih berdasarkan topografi dan demografi berbeda di seluruh Indonesia untuk mendapatkan data bervariasi dari berbagai daerah.

“Jadi lokasi-lokasinya sendiri ada yang di coastal, ada yang di pedesaan, ada juga yang di pegunungan, dengan jumlah populasi yang bervariasi, sehingga kita bisa mendapat berbagai macam perilaku dari berbagai daerah,” tuturnya.

Baca juga: Juarai Kompetisi Riset Tanoto Foundation, Ini Inovasi Para Mahasiswa

Fransisca mengatakan, studi terjun langsung ke lapangan menggunakan pendekatan Desain Berbasis Masyarakat (DBM) atau pendekatan yang bertumpu pada gagasan bahwa masyarakat merupakan bagian terpenting yang harus terlibat secara langsung dalam merancang proses perubahan untuk dirinya sendiri.

Pendekatan DBM dimulai dari kegiatan imersi, ketika para fasilitator tinggal bersama dengan keluarga selama beberapa hari untuk melihat perilaku-perilaku kunci yang berkontribusi terhadap stunting dan diakhiri dengan tahap uji coba. Hal ini mencakup solusi yang sudah dirancang bersama masyarakat diimplementasi dan diuji keberhasilannya.

Tanoto Foundation mendapati delapan fakta perilaku-perilaku umum yang dapat berkontribusi terhadap stunting dari berbagai daerah di Indonesia.

1. Asi Eksklusif

Fransisca menjelaskan, Tanoto Foundation menemukan fakta bahwa masih banyak ibu yang menganggap air susu ibu (ASI) sebagai hal sekunder ketika anak sudah mau makan sebelum anak usia enam bulan. ASI juga dianggap tidak bergizi.

“Ibu-ibu juga kadang lebih bangga kalau anaknya bisa makan lebih awal. Dan (ibu-ibu) menganggap itu sebagai perkembangan positif. Padahal belum selesai enam bulan ASI eksklusifnya,” kata Fransisca.

Ilustrasi pendampingan yang diberikan Tanoto Foundation dalam upaya mencegah stunting.DOK. Humas Tanoto Foundation Ilustrasi pendampingan yang diberikan Tanoto Foundation dalam upaya mencegah stunting.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.