KOMPAS.com - Isu pembangunan berkelanjutan membuat energi hijau menjadi prioritas dunia. Tidak terkecuali Pemerintah Indonesia yang saat ini memacu industri-industri berbasis energi hijau sebagai salah satu fokus kebijakan investasi.
Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo menyebutkan salah satu kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi hijau adalah percepatan produksi kendaraan listrik.
Untuk itu, produksi massal baterai pun dilakukan demi mendukung rencana itu. Indonesia dikatakan memiliki 25 persen cadangan nikel dunia sebagai bahan baku pembuatan baterai.
Baca juga: Uang Saku Di Atas Rp 10 Juta Per Bulan, Daftar 10 Beasiswa S1-S2 Ini
Tetapi produksi baterai juga membutuhkan lithium yang sayangnya sampai saat ini masih belum ditemukan lokasi penambangan yang menjanjikan.
“Penemuan potensi kandungan lithium di lumpur Sidoarjo adalah kabar baik. Tentunya sangat luar biasa jika kita bisa memanfaatkannya,” ujarnya dilansir dari laman ITS.
Ia mengatakan, lithium adalah salah satu Critical Raw Materials (CRMs) atau material kritis. Dikatakan material kritis karena sulit didapatkan dan tidak memiliki pengganti tetapi memiliki manfaat yang besar.
Dosen Departemen Teknik Geofisika itu juga menyebutkan material kritis ini sangat diperlukan dalam pengembangan energi hijau.
Apalagi, Indonesia dinilai mempunyai potensi besar karena memiliki pasokan bahan baku pendukung, salah satunya kandungan lithium yang juga ditemukan di lumpur Sidoarjo.
Baca juga: Logam Lumpur Lapindo Lebih Mahal dari Emas, Ini Kata Pakar Unair
Amien memaparkan, sebelumnya Pusat Studi Kebumian dan Bencana (sekarang Puslit MKPI) ITS telah melakukan kajian kandungan lithium yang ada dalam air lumpur Sidoarjo sejak tahun 2016.
Kajian ini dilakukan dengan adsorbsi lithium dari lumpur Sidoarjo menggunakan adsorben berbasis Lithium Mangan Oksida (LMO).
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.