Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/01/2022, 17:04 WIB
Dian Ihsan

Penulis

KOMPAS.com - Pakar Teknologi Unair, Yutika Amelia Effendi mengatakan, metaverse sebenarnya memiliki potensi besar, khususnya di Indonesia.

"Karena sifatnya yang merupakan dunia virtual, sebenarnya metaverse dapat diterapkan di banyak bidang. Namun yang paling interesting dan attractive kalau dikaitkan dengan Indonesia adalah di bidang pariwisata," ucap dia melansir laman Unair, Rabu (19/1/2022).

Baca juga: Sesajen Ditendang di Gunung Semeru, Ini Pandangan Pakar Unair

Dia menyebut, metaverse dapat menjadi salah satu cara menikmati banyak tempat wisata di Indonesia tanpa terhalang batasan, seperti halnya batasan jumlah pengunjung di masa pandemi.

Bidang pendidikan juga berpotensi dieksplorasi lebih lanjut pada platform ini.

"Karena pendidikan di era sekarang sudah banyak yang memakai alat virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), yang merupakan teknologi pada metaverse," ungkap dia.

Selanjutnya, penggunaan platform ini dapat merambah ke banyak bidang lain, seperti sosial, perdagangan dan lain-lain.

"Namun karena ada unsur-unsur yang tidak boleh diketahui oleh semua orang, jadi disini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk membenahi dulu keamanan siber dan data," ujar Dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Unair ini.

Penerapan teknologi metaverse memang membutuhkan banyak persiapan.

Baca juga: 15 Universitas Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2022, 5 dari PTS

Menurut Yutika, selain adanya keamanan dan landasan hukum siber dan data, Indonesia juga harus memiliki tingkat literasi digital dan kualitas infrastruktur yang mumpuni untuk menyambut metaverse.

"Indonesia sendiri percepatan teknologinya terbilang aji mumpung, karena pandemi Covid-19, mau tidak mau harus pindah ke digital," tutur dia.

Jikalau mau menerapkan metaverse, pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama meningkatkan literasi digital, agar semua lapisan masyarakat tidak tertinggal dengan teknologi yang ada,” ungkapnya.

Peran dan kebijakan pemerintah juga dirasa penting dalam menyiapkan fasilitas internet yang mumpuni.

Tidak hanya di kota, tapi juga pemerataan hingga daerah.

Selain itu, juga dibutuhkan infrastruktur yang mendukung teknologi virtual reality dan augmented reality.

"Sejujurnya kalau mau menerapkan metaverse, belum bisa dalam waktu dekat. Paling tidak butuh tiga hingga lima tahun bagi Indonesia untuk mengadaptasi kinerja platform infrastruktur yang dibutuhkan," jelas dia.

Baca juga: Viral Sesajen Ditendang, Ini Tanggapan Pakar UGM

Dalam menyambut metaverse dengan segala potensinya, dia menyarankan adanya kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan perusahaan teknologi untuk turut mendukung adanya literasi digital dan kesiapan lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com